Sabtu, 14 Maret 2026

Pilpres 2024

PKS-Nasdem Dekati Demokrat, Buka Peluang Anies-AHY Maju Pilpres 2024

Anies berpeluang gandeng Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Partai Demokrat maju Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto PKS-Nasdem Dekati Demokrat, Buka Peluang Anies-AHY Maju Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Anies Baswedan dan AHY. PKS membuka peluang Anies maju Pilpres 2024. Anies berpeluang gandeng AHY dari Partai Demokrat. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang Anies Baswedan maju Pilpres 2024. Anies berpeluang gandeng Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Partai Demokrat.

PKS telah bangun hubungan dengan Partai Nasdem. Keduanya menjagokan Anies. PKS-Nasdem membutuhkan dukungan Demokrat yang menjagokan AHY supaya bisa capai syarat 20 persen mengusung capres-cawapres.

Duet Anies-AHY punya peluang memenangkan Pilpres 2024 meski harus bersaing dengan figur besar seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

PKS semakin intens dengan Nasdem. Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, perjalanan kedua partai ini masih sangat panjang.

Ditambah lagi, menurut Ujang, kedua partai ini perlu adanya dukungan dari partai lain untuk mencapai perolehan suara 20 persen.

“Pendekatan antara Nasdem dengan PKS tentu masih dinamis, masih panjang perjalanan dan tentu harus mendapatkan dukungan dari partai lain,” ujar Ujang kepada Tribunnews, Rabu (13/7/2022).

Jika diperhatikan, lanjut Ujang, kedekatan PKS dan NasDem ini akan mengarah di mana kedua partai ini mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies sebagai capres.

“Kelihatannya kalau Nasdem dan PKS bertemu mungkin saja akan mengusung anies karena yang cocok itu. Memang NasDem ke Anies, PKS juga ke Anies. Bukan ke Ganjar, bukan pula ke Andhika,” jelas Ujang.

“Jadi soal akan bertemu antara PKS NasDem itu hal-hal bagus saja, saling intenskan pertemuan silaturahmi guna mencari persamaan titik temu antara kedua partai itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ujang mengatakan, meski belum berkoalisi dan masing-masing partai belum saling mengunci satu sama lain, besar kemungkiinan kolaborasi PKS dan NasDem ini akan berlanjut bersama Partai Demokrat.

Sebab di satu sisi, PKS dan NasDem perlu partai lain agar mencapai perolehan kursi paling sedikit 20 persen.

“Ketika PKS dan NasDem makin solid makin menemukan titik temu, butuh partai lain karena PKS dan NasDem belum cukup 20 persen. Mungkin partai lain itu Partai Demokrat,” ucap Ujang.

PKS sendiri mengaku intens berkomunikasi dengan Partai Demokrat dan NasDem terkait koalisi Pemilu 2024. PKS menyebut tak ada hambatan dalam penjajakan komunikasi dengan kedua partai tersebut.

"Kami terus menjalin komunikasi politik dengan NasDem dan Demokrat. Komunikasi kami berjalan dengan baik, tidak ada hambatan yang berarti di antara kami. Kami terus mendalami dan menjajaki kemungkinan-kemungkinan terbentuknya koalisi," kata juru bicara PKS M Kholid kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Kholid mengatakan keputusan terkait koalisi ada di tangan Majelis Syuro. Meski begitu, PKS tidak menutup pintu kerja sama dengan partai lain.

Demokrat Tepis Isu Syarat Koalisi

Partai Demokrat menepis isu Ketua Umum AHY jadi capres dan cawapres sebagai syarat koalisi dengan partai-partai lain.

"Belakangan beredar berita kalau Demokrat disebut-sebut mematok AHY sebagai capres-cawapres sebagai syarat berkoalisi. Demokrat menegaskan, pernyataan itu sama sekali tidak benar," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (10/7/2022).

Herzaky mengatakan, AHY selalu mengedepankan pembahasan visi, misi, dan platform koalisi ketika bertemu dengan petinggi-petinggi partai lain.

"Ketua Umum Partai Demokrat AHY, ketika bertemu dengan ketua umum parpol-parpol lain, selalu mengedepankan pembahasan visi, misi, dan platform koalisi," ujarnya.

Selain itu, kata dia, AHY juga bertemu parpol lain dalam rangka mencari kesamaan chemistry dan pandangan, untuk memperjuangkan perubahan dan perbaikan nasib rakyat.

"Membahas isu-isu kebangsaan dan kerakyatan terkini, dan apa solusi yang bisa ditawarkan oleh partai politik dengan melakukan sinergi dan kolaborasi," ucap Herzaky.

Herzaky menuturkan, Demokrat hingga kini belum membahas terkait capres-cawapres.

Sebaliknya, sama-sama menyepakati, pembahasan mengenai capres dan cawapres dilakukan setelah koalisi terbentuk.

"Pilihan capres-cawapres salah satunya berdasarkan kemungkinan untuk dipilih rakyat atau menang di Pilpres 2024," ungkapnya.

Lebih lanjut, Herzaky menegaskan, Demokrat akan mendalami dan pelajari betul nantinya ketika pilihan capres dan cawapres sudah waktunya dibahas di koalisi.

"Ini yang menjadi salah satu prinsip dasar Ketum Partai Demokrat, AHY, dalam proses pembentukan koalisi. Koalisi dulu, baru bahas kriteria, dan setelahnya nama-nama bakal capres dan cawapres yang memenuhi kriteria," ujarnya.

Ia menambahkan, Demokrat sangat menghargai kemandirian dan mekanisme internal tiap parpol dalam menentukan capres dan cawapres yang bakal diusung.

"Tentu aspirasi dari tiap partai ini bakal dibahas di dalam koalisi ketika sudah terbentuk nantinya untuk didapatkan kesepakatan capres dan cawapres yang bakal diusung," ungkap Herzaky. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PKS-NasDem Makin Intens, Pengamat: Perjalanan Menuju Koalisi Capres Masih Panjang

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved