Pilpres 2024

Elektoral Prabowo-Sandi Unggul, Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil 37,2 Persen

Prabowo-Sandi 44,50 persen, sedangkan dari tiga kali skenario tiga pasangan, yang tertinggi Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil 37,2 persen.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Prabowo-Sandi 44,50 persen, sedangkan dari tiga kali skenario tiga pasangan, yang tertinggi Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil 37,2 persen. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Modal elektoral Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 jauh mengungguli tiga skenario survei capres-capres oleh Parameter Politik Indonesia (PPI).

Prabowo-Sandi 44,50 persen, sedangkan dari tiga kali skenario tiga pasangan, yang tertinggi Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil 37,2 persen.

Artinya modal elektoral Prabowo-Sandi di 2019 belum bisa ditandingi capres-cawapres yang lagi meraraji survei untuk Pilpres 2024.

Pada Pemilu 2019, perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen. Sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara.

Berikut ini hasil survei Parameter Politik Indonesia:

Skenario Pertama

- Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno 31,6 persen

- Anies Baswedan-AHY 30,5 persen

- Airlangga Hartarto-Ridwan Kamil 12,9 persen

- Belum tentukan pilihan 25,0 persen

Skenario Kedua

- Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil 37,2 persen

- Anies Baswedan-Erick Thohir 25,2 persen

- Prabowo Subianto-Puan Maharani 24,1 persen

- Belum tentukan pilihan 13,5 persen

Skenario Ketiga

- Ganjar Pranowo-Erick Thohir 30,2 persen

- Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto 27,1 persen

- Anies Baswedan-Puan Maharani 22,2 persen

- Belum tentukan pilihan 20,5 persen

Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno mengatakan memilih calon wakil presiden atau cawapres akan jadi hal yang krusial pada Pilpres 2024.

Partai politik atau gabungan partai politik perlu mencari sosok cawapres yang bisa mendongkrak elektabilitas sang calon presiden.

"Cawapres yang bisa mendongkrak elektabilitas capres adalah mereka yang punya elektabilitas dan popularitas karena yang dipilih itu bukan hanya capres tapi juga cawapres," kata Adi dalam rilis survei secara daring, Selasa (12/7/2022).

Posisi cawapres dianggap penting untuk menaikkan elektabilitas, lantaran saat ini belum ada sosok capres yang mampu mencapai angka psikologis 40 persen.

Oleh karena itu belum ada sosok capres yang bisa jumawa terkait perolehan elektabilitasnya.

"Kenapa posisi cawapres penting karena posisi capres saat ini belum ada angka yang capai angka psikologis 40 persen. Nggak ada yang berani jumawa," ujar dia.

Sosok calon wakil presiden (cawapres) dinilai penting menentukan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ini berdasarkan hasil survei Parameter Politik Indonesia pada 15 Juni hingga 29 Juni 2022.

"Pemilihan cawapres menjadi variabel penting menentukan siapa pemenang di pilpres. Salah memilih (cawapres), berat untuk menang," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno dalam rilis hasil survei secara virtual, Selasa, 12 Juli 2022. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Sebut Sosok Cawapres Bisa Jadi Penentu Kemenangan di Pilpres 2024

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved