Senin, 23 Maret 2026

Kenangan Tjahjo Kumolo

Sosok Tjahjo Kumolo: Politisi yang Lahir dari Golkar dan Besar di PDIP

Tjahjo Kumolo meninggal dunai pada Jumat (1/7/2022). Tjahjo adalah politisi yang lahir dari Partai Golkar dan besar di PDIP.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Sosok Tjahjo Kumolo: Politisi yang Lahir dari Golkar dan Besar di PDIP
Kolase TribunGorontalo.com
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo meninggal dunai pada Jumat (1/7/2022). Tjahjo adalah politisi yang lahir dari Partai Golkar dan besar di PDIP. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Indonesia kehilangan putra terbaik! Tjahjo Kumolo meninggal dunai pada Jumat (1/7/2022). Tjahjo adalah politisi yang lahir dari Partai Golkar dan besar di PDIP.

Tjahjo Kumolo lahir dari Golkar dan besar di PDIP. Dia dua kali terpilih DPR RI dari Partai Golkar. Empat periode DPR RI dari PDIP. Politikus PDIP ini pun sempat menjabat Menteri Dalam Negeri dan terakhir sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Berikut sosok Tjahjo Kumolo, politisi yang lahir dari Partai Golkar dan besar di PDIP. Dikutip dari wikipedia.org, Tjahjo Kumolo, SH (EYD: Cahyo Kumolo; 1 Desember 1957 – 1 Juli 2022) adalah seorang politisi Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Kabinet Indonesia Maju dari Oktober 2019 hingga akhir hayatnya.

Di dalam kiprah politiknya, ia pernah menjadi kader Golongan Karya pada masa Orde Baru dan pada akhirnya bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.


Tjahjo sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia yang menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019 pada Kabinet Kerja.

Ia juga merupakan salah seorang politikus Indonesia, dan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2009–2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan wilayah pemilihan Jawa Tengah I dan sekaligus menjadi Ketua Fraksi PDI-P di DPR RI dan juga menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri dan informasi di DPR RI.

Tjahjo Kumolo secara mengejutkan dipilih oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2010-2015 yang pada periode sebelumnya duduk sebagai Ketua DPP Bidang Politik PDI-P.

Tjahjo Kumolo sebelumnya juga pernah tercatat sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan anggota Partai Golongan Karya (Golkar).

Tjahjo Kumolo meninggal dunia di Jakarta pada 1 Juli 2022 setelah dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta Pusat.

Tjahjo lahir di Surakarta (sering disebut sebagai Solo) pada 1 Desember 1957. Ia bersekolah selama 12 tahun di kota besar Semarang dan tinggal di kelurahan Mlatiharjo di sisi timur kota.

Ayahnya, Bambang Soebandiono, adalah seorang letnan di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.[13] Ayah dan ibunya Toeti Slemoon pernah duduk di Dewan Perwakilan Rakyat, yang pertama menjabat selama lima periode.

Pendidikan

Lembaga Ketahanan Nasional, 1994

Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, 1985

SMA Negeri 1 Semarang, 1976

SMP Negeri 4 Semarang, 1973

SD di Semarang, 1970

Setelah lulus SMA, ia belajar hukum di Universitas Diponegoro, lulus pada tahun 1985. Selama periode ini, ia terpilih sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah. Ia juga belajar di Lembaga Ketahanan Nasional pada tahun 1994.

Karier politik

Sebelum menjabat di KNPI, ia pernah bekerja sebagai reporter sebuah surat kabar harian di Jawa Tengah. Tjahjo pertama kali menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1985, yang mengharuskannya pindah ke Jakarta.

Awalnya ia adalah anggota Golongan Karya (Golkar), dan pernah bekerja di komisi II dan III parlemen selain di Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP).

Menyusul jatuhnya Soeharto, ia pindah ke PDI-P dan terpilih kembali menjadi anggota parlemen pada 1999. Dalam periode ini, ia menjabat sebagai wakil ketua fraksi hingga 2002, disusul sekretaris fraksi hingga 2003.

Dia mencalonkan diri lagi pada pemilihan umum 2004 dan tetap di parlemen, kali ini sebagai ketua Fraksi PDI-P hingga pemilihan umum 2009, ketika dia sekali lagi mengamankan kursinya.

Ia juga dipilih sebagai Sekretaris Jenderal PDI-P pada tahun 2010 oleh pemimpin partai Megawati Soekarnoputri.

Nantinya, posisi ketua fraksinya akan diambil pada 2012 oleh Puan Maharani dan posisi sekretaris jenderalnya pada 2015 oleh Hasto Kristiyanto.[18][19]

Menteri Dalam Negeri

Menyusul kemenangan pemilihan Joko Widodo atas Prabowo Subianto pada 2014, ia dipilih sebagai Menteri Dalam Negeri di Kabinet Kerja dan secara resmi dilantik pada 27 Oktober 2014.

Selama tuduhan penistaan ​​terhadap Basuki Tjahaja Purnama pada tahun 2017, Tjahjo menolak untuk menskors Gubernur DKI Jakarta keturunan Tionghoa-Indonesia itu. Kemudian pada tahun yang sama, ia membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia.

Pandangan Pemerintah dan DPR-RI

"Mohon penegasan, kalau Pak MenPAN-RB tidak mau membahas revisi UU ASN, apakah RUU tersebut dihapus dalam Prolegnas (program legislasi nasional)," kata Arif Wibowo, Rabu 24 Maret 2021.

Pentolan Honorer K2 Mengaku Sedih dan Hatinya Hancur Setelah Mendengar Pernyataan Menpan-RB Tjahjo Kumolo meminta pemerintah terbuka saja menjawab apakah mau membahas atau tidak. Pasalnya, revisi UU ASN sudah beberapa kali masuk dalam Prolegnas tetapi tidak kunjung dibahas.

Menanggapi itu, Tjahjo Kumolo menyatakan, sejak awal sudah menolak bila revisi UU ASN hanya untuk membahas masalah honorer.

Menurut Tjahjo, masalah honorer cukup diselesaikan dalam peraturan pemerintah (PP).

"Saya hanya mau membahas satu poin dari lima poin yang diajukan DPR karena empat poin lainnya domain pemerintah," tegas Tjahjo.

Ia juga menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan daftar inventarisasi masalah (DIM) tetapi khusus tentang keberadaan KASN. Di luar itu, pemerintah tidak akan mau memasukkannya dalam DIM.

Ia menikah dengan dr Erni Guntarti dan dikaruniai tiga orang anak. Istri dan anak pertamanya adalah dokter, dengan anak keduanya bekerja sebagai aktris dan anak ketiga sebagai pramugari.

Ia meninggal dunia setelah dirawat selama dua minggu di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta Pusat pada 1 Juli 2022.

Penyebab kematiannya terungkap karena kegagalan multiorgan yang disebabkan oleh asthenia, infeksi paru-paru, diabetes, dan asam urat yang dideritanya. Informasi tentang empat penyakit yang dideritanya tidak diketahui publik sebelum kematiannya. 

Ketua Umum KNPI periode 1990-1993

DPR RI

1987 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah (Golkar)

1992 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah (Golkar)

1999 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah (PDIP)

2004 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah III (PDIP)

2009 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah I (PDIP)

2014 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah I (PDIP)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved