Belum Juga Berlaku, Aplikasi My Pertamina Sudah Picu Polemik Warga Gorontalo
Meski belum diterapkan di Provinsi Gorontalo untuk hari ini, penggunaan aplikasi My Pertamina memicu polemik bagi warga Gorontalo, Jumat (1/7/2022).
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Meski belum diterapkan di Provinsi Gorontalo untuk hari ini, penggunaan aplikasi My Pertamina memicu polemik bagi warga Gorontalo, Jumat (1/7/2022).
Iznan Paso (29) salah satu pengemudi truk mengeluhkan hal tersebut, menurutnya penggunaan aplikasi My pertamina hanya dapat menyusahkan para pengemudi seperti mereka.
Iznan berpendapat, selain keterbatasan pengetahuan setiap orang, kerumitan dari penginputan data di My Pertamina salah satu masalah bagi mereka.
“Kalau saya pribadi lebih dipertimbangkan lagi, terlebih kami pengemudi truk seperti ini, banyak orang tua yang kurang paham akan gadget, bahkan hampir tidak menggunakan gadget, selain itu kerumitan dalam hal penginputan data, dan ketidakpahaman masih banyak di kami,” ujar Iznan kepada TribunGorontalo.com.
Dia meminta. agar pihak pertamina lebih mensosialisasikan cara penggunaanya dan keuntungan buat mereka.
Menurutnya, Kalau memang pengguna My Pertamina hanya sebatas mengontrol penggunaan BBM bersubsidi jenis solar, cukup diperketat setiap SPBU yang tidak berdampak pada para pengguna BBM jenis solar subsidi.
“Kami setiap mengisi hanya di bilang (petugas pertamina) nanti mau pake My Pertamina, tapi untuk sosialisasi penggunaannya tidak ada," ucapnya.
Seharusnya, lanjut Iznan, disosialisasikan dulu dengan pengguna solar subsidi.
"Kami banyak yang hanya sebagai supir, tapi bukan pemilik dari mobil yang kami bawa,” imbuhnya.
Hal senada diungkapkan Fitriyanto Abd (27). Pegawai Swasta di Gorontalo yang kesehariannya menggunakan kendaraan roda empat itu mengaku, aplikasi My Pertamina sangat menyusahkan dan tidak sinkron dengan aturan SPBU yang dilarang menggunakan smartphone.
“Beken susah, kalo buru-buru masih buka aplikasi lagi, terlebih jika kita berada di pedalaman akses jaringan. Sama saya pribadi belum terlalu paham betul," kata Fitriayanto.
"Dan aturan di SPBU itu kan di larangan menggunakan hp, jadi sebetulnya macam bertabrakan (aturan),” ungkapnya.
Di tempat sama, Hamdin (62) pengguna solar subsidi untuk keperluan pertanian turut berkomentar, jika penerapan penggunaan My pertamina di Gorontalo akan menyusahkan para petani khususnya pengguna solar untuk alat traktor pertanian.
“Ya, kalau macam kami petani begini bagaimana? kami mau beli solar di jerigen pun masih sangat kesulitan," ucap Hamdin.
"Selain harus surat izin ini, di tambah lagi pakai My Pertamina, lama-lama peralatan pertanian kami tidak bisa jalan kalo aturan menyusahkan begini,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-aplikasi-My-Pertamina.jpg)