Kamis, 23 April 2026

Lembaga Penyiaran AS Tuduh TikTok Kumpulkan Data Pengguna

Lembaga komunikasi dan penyiaran AS menuduh TikTok mengumpulkan data pengguna. FCC pun meminta Apple dan Google untuk menghapus TikTok.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Lembaga Penyiaran AS Tuduh TikTok Kumpulkan Data Pengguna
Kolase TribunGorontalo.com/kompas.com
Aplikasi video pendek TikTok. TikTok, aplikasi video pendek populer dituduh mengumpulkan data pengguna. 

TRIBUNGORONTALO.COM - TikTok, aplikasi video pendek populer dituduh mengumpulkan data pengguna. Tudingan ini dilayangkan  lembaga yang mengatur komunikasi dan penyiaran internasional di AS, yaitu Federal Communications Commission (FCC).

FCC pun meminta Apple dan Google untuk menghapus TikTok dari toko aplikasinya masing-masing untuk mencegah TikTok mengumpulkan data pengguna.

Tuduhan pengumpulan data pengguna oleh TikTok disampaikan oleh seorang komisaris FCC, Brendan Carr, melalui sebuah postingan yang diunggah Carr melalui akun Twitter-nya dengan handle @BrendanCarrFCC.

Ia menyebutkan bahwa TikTok belakangan telah mengumpulkan data pengguna asal AS secara diam-diam.

"TikTok bukan hanya sekadar aplikasi, melainkan sebuah platform yang bisa dijuluki sebagai 'Serigala Berbulu Domba'," ujar Carr di Twitter.

"Bisa disebut demikian karena platform tersebut, berdasarkan laporan terkini, menerapkan praktik pengumpulan data sensitif yang dilakukan dari Beijing, China," imbuh Carr.

Mengirimkan surat ke Pichai dan Cook Dalam unggahan Twitter tersebut, Carr turut melampirkan sejumlah gambar screenshot yang memuat surat permintaan penghapusan TikTok dari toko aplikasi Play Store dan App Store.

Surat tersebut secara pribadi dikirim oleh Carr yang mewakili FCC, ke CEO Google Sundar Pichai dan CEO Apple Tim Cook. Di dalam surat ini, Carr menjelaskan secara panjang lebar betapa besarnya ancaman TikTok bagi warga AS.

Penjelasan Carr dalam surat itu sendiri mengacu pada laporan BuzzFeed yang tersiar beberapa minggu lalu. Laporan ini menguak bahwa sejumlah pihak ByteDance, induk perusahaan TikTok, dikabarkan "rajin" mengumpulkan data pengguna AS, terutama setelah mereka mengunduh aplikasi tersebut dari Play Store atau App Store.

Selain bukti tersebut, Carr juga memberikan bukti lainnya untuk meyakinkan Pichai dan Cook bahwa TikTok adalah aplikasi berbahaya.

Beberapa di antaranya seperti TikTok yang dilaporkan melanggar aturan privasi sistem operasi (OS) Android pada Agustus 2020 lalu, dugaan TikTok yang mencuri data pengguna yang memasang aplikasi tersebut dari App Store pada Maret 2020 lalu, dan masih banyak lagi.

"Berbagai laporan ini tidak sejalan dengan kebijakan Apple dan Google yang mengeklaim bahwa toko aplikasi mereka masing-masing menjaga data pribadi para penggunanya," jelas Carr.

Baik Apple, Google, hingga TikTok tampaknya belum memberikan respons terkait permintaan FCC ini, terutama surat yang dikirimkan oleh Carr tadi.

Bukan kali ini saja, TikTok sebenarnya sudah menjadi incaran pemerintah AS selama beberapa tahun belakangan. Pasalnya, platform asal China ini diduga telah menerapkan praktik ilegal, yaitu mencuri data pengguna AS secara diam-diam.

Bahkan pada 2020 lalu, Presiden AS Donald Trump sempat mengeluarkan perintah (order) kepada Apple dan Google untuk "menendang" aplikasi TikTok dari toko aplikasi Play Store dan App Store, sama seperti permintaan Carr tadi.

Meski demikian, perintah tersebut kala itu bisa dibatalkan, asalkan TikTok memindahkan operasi bisnis dan segala hal yang berkaitan dengan data warga AS, ke perusahaan asal AS atas alasan perlindungan keamanan nasional.

Hingga saat ini, perintah tersebut tampaknya tidak dijalankan dan aplikasi TikTok masih bisa dipajang dari App Store dan Play Store, serta bisa digunakan secara normal oleh warga AS.

TikTok klaim sudah pindahkan data Terkait laporan terbaru dari BuzzFeed tadi, TikTok sendiri sempat memberikan pernyataan resmi.

Mereka mengeklaim bahwa pihaknya telah memindahkan seluruh data pengguna TikTok asal AS ke server Oracle yang berlokasi di AS.

Meski demikian, sebagian data pengguna TikTok asal AS masih tersimpan di server yang berlokasi di Singapura. Menurut TikTok, server ini sekadar untuk cadangan (backup), apabila ada masalah yang menimpa server di AS.

TikTok juga mengeklaim bahwa dalam beberapa waktu ke depan, mereka bakal menghapus seluruh data pengguna asal AS dari server inti (data center) mereka di Singapura.

Sehingga, data pengguna AS nantinya akan hanya ada di server Oracle yang ada di dalam negeri saja.

"Selain pemindahan dan penghapusan data ini, kami juga merombak aspek operasional TikTok di AS, termasuk membuat divisi baru yang sepenuhnya dipimpin oleh warga asal AS. Hal ini bertujuan supaya data pengguna TikTok di AS tetap terjaga," jelas TikTok, sebagimana dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Kamis (30/6/2022).

Cara Mengetahui Pengguna yang Intip Profil TikTok Kita

TikTok menjadi salah satu media sosial yang cukup ramai digunakan banyak pengguna untuk mengunggah berbagai konten informatif maupun hiburan.

Konten-konten yang menarik pun akan membuat banyak pengguna membanjiri dengan komentar dan tombol klikes di video.

Selain memberikan respon komentar dan tombol likes, tidak jarang pengguna penasaran dengan profil kita. Maka dari itu mereka tak jarang mengintip profil TikTok untuk sekadar melihat berbagai konten video lain yang Anda unggah.

Aplikasi TikTok pun ternyata memiliki fitur untuk melihat siapa saja pengguna lain yang mengintip atau melihat profil kita.

Berdasarkan penelusuran KompasTekno, agar fitur ini dapat digunakan maka pengguna mengaktifkannya terlebih dahulu.

Lantas bagaimana cara mengaktifkan fitur “Riwayat kunjungan profil” di TikTok? Untuk selengkapnya berikut ini cara mengetahui pengguna yang mengintip profil TikTok kita.

Cara mengaktifkan fitur riwayat kunjungan profil

Buka aplikasi TikTok Anda Klik “Profil”

Pilih menu tiga garis vertikal di pojok kanan atas

Klik “Pengaturan dan privasi”

Klik “Privasi”

Gulir ke bawah hingga menemukan fitur “Tayangan profil”

Selanjutnya geser toggle “Riwayat kunjungan profil” ke kanan

Nantinya Anda akan melihat kunjungan profil dalam tiga puluh hari terakhir dan mengizinkan orang lain melihat bahwa Anda mengunjungi profil mereka.

Hanya Anda yang dapat melihat siapa yang mengunjungi profil Anda. Fitur ini dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan kapan saja. Sebagai informasi, bisa jadi tidak semua pengguna TikTok sudah mendapatkan fitur “Riwayat kunjungan profil”.

Maka dari itu pengguna dapat memperbarui aplikasi TikTok ke versi terbaru di Play Store (Android) atau App Store (iOS). Demikian cara mengetahui pengguna yang intip profil kita. Semoga membantu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apple dan Google Diminta Hapus TikTok dari Toko Aplikasi"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved