Kacang Goreng Tak Berlabel Disita dari Seorang Jemaah Haji Bone Bolango

Penyitaan itu dilakukan petugas KKP Kelas II Gorontalo, dari seorang jemaah haji Gorontalo saat memasuki Asrama Haji. 

TribunGorontalo.com/AgungPanto
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Gorontalo Syarif AB Katili. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sejumlah kacang goreng, disita dari calon jemaah haji Gorontalo siang kemarin, Rabu (29/6/2022). 

Penyitaan itu dilakukan petugas KKP Kelas II Gorontalo, dari seorang jemaah haji Gorontalo saat memasuki Asrama Haji. 

Menurut petugas yang melakukan penyitaan, makanan calon jemaah haji Gorontalo itu meski berkategori halal, namun tidak lulus uji kelayakan karena tak berlabel. 

Adapun calon jemaah haji itu menurut petugas pemeriksa, berasal dari Bone Bolango. 

“Jadi ini Asrama Haji merupakan Zona Karantina para jamaah, kami tidak mengizinkan ada makan dari luar yang masuk ke zona steril ini,” ungkap Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Gorontalo Syarif AB Katili kepada TribunGorontalo.com. 

Menurut Syarif, panitia sudah menyediakan makanan khusus untuk jamaah haji.

Tidak cuma kue, makanan berkemasan tanpa label komposisi itu, juga ada berjenis kue-kuean. 

Kue itu bahkan menurut Syarif, tidak menyertakan tanggal kadaluarsa. Karena itu dinyatakan tak layak dibawa. 

Meski begitu, rencana kue dan kacang-kacangan itu akan dikembalikan ke keluarga calon jemaah. Atau juga akan dibagikan kepada orang yang tidak ikut dalam ibadah haji. Namun tentu, seizin dari yang memiliki makanan tersebut.

Sebelumnya kata dia, Calon Jamaah Haji (CJH) kloter 17 Gorontalo, kini mulai masuk Asrama Haji Gorontalo, Rabu (29/6/2022).

Adapun CJH kloter 17 Gorontalo ini berjumlah 58 orang, asal Kabupaten Pohuwato dan Bone Bolango. 

Tiba di Asrama Haji Gorontalo, CJH kloter 17 Gorontalo langsung disambut Kepala Kantor Wilayah Agama Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung dan Plt Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Fitriyani Humokor.

Syafrudin Baderung menjelaskan, 58 jemaah yang berasal dari Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Bone Bolango, akan menjalani serangkaian tes kesehatan tahap III.

Kakanwil menambahkan, CJH Kloter 17 Gorontalo ini akan bergabung dengan Jamaah dari Provinsi Papua Barat termasuk petugas Kloter dan Sulawesi Selatan berjumlah 1 orang. Lalu ada 2 orang CJH dari Padang.

“Kloter 17 berjumlah 58 jemaah asal Gorontalo terdiri dari jemaah Kabupaten Bone Bolango 32 Jemaah dan Kabupaten Pohuwato 26,” ungkap Syafrudin. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved