Nenek Gorontalo Meninggal Dianiaya
Viral Video Live FB Dugaan Penganiyaan Berujung Maut Nenek Asal Tabulo Gorontalo
Viral video dugaan penganiyaan berujung maut nenek Fatma Tuna (70) asal Desa Tabulo Selatan, Provinsi Gorontalo sempat di-live Facebook menantu.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/290622-Fatma-Tuna-2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa - Viral video dugaan penganiyaan yang berujung maut nenek Fatma Tuna (70) asal Dusun Batu Merek, Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo lewat live Facebook menantunya, Jumat 24 Juni 2022.
Pada live FB viral itu, si menantu mengeluh terhadap mertuanya. Dia mengeluarkan kata-kata tak pantas terhadap korban Fatma Tuna asal Tabulo Mananggu. Perekaman aksi berujung maut di rumah menantu Desa Buntulia Barat, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Viral video dugaan penganiyaan berujung maut terhadap nenek Fatma Tuna asal Tabulo Gorontalo ramai ditanggapi warganet saat live FB. Mereka prihatin dengan kejadian itu.
Informasi yang diperoleh TribunGorontalo.com, korban diduga dianiaya menantu perempuan, Selasa (28/6/2022) pukul 22.00 Wita.
Dugaan kejadian penganiayaan sempat di-live Facebook oleh menantu beberapa hari sebelumnya. Korban Fatma Tuna asal Tabulo-Gorontalo yang penuh luka lebam kemudian diambil anak kandung untuk dirawat.
Pada Selasa malam, warga Tabulo-Gorontalo yang diduga jadi korban penganiyaan menantunya menghembuskan napas terakhir di rumah anaknya.
Polisi telah menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap Fatma Tuna. Jenazah Fatma Tuma telah di-visum et repertum untuk mengatahui penyebab luka lebam di sekujur tubuh.
Ceritanya, dugaan penganiyaan berlangsung di Desa Buntulia Barat, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato. Kejadian berlangsung di rumah anak kandung Yunus Hasan (53) dan anak mantu SY.
Sesuai informasi, Jumat (24/6/2022) kejadian dugaan penganiayaan terjadi. Ini berawal dari beredarnya video dugaan penganiayaan di media sosial. Video viral sejak Jumat.
Setelah viral, keluarga korban lainnya menjemput korban di rumah anaknya Yunus Hasan di Desa Buntulia Barat.
Setelah itu, korban dibawa ke rumah anak lainnya, Niko Umar di Kabupaten Gorontalo.
Tidur semalam di sana, kemudian dijemput lagi untuk dibawa pulang ke Marisa di rumah anaknya yang bernama Goni Jasa di Desa Buntulia Selatan, Kecamatan Duhiadaa.
Hanya berselang sehari, akhirnya meninggal dunia. Sejak dijemput, kondisi tubuh memang memar kebiruan di bagian kepala dan tangan sebelah kiri bengkak. Korban meninggal Selasa pukul 23.50 Wita. (nal)