Nenek Gorontalo Meninggal Dianiaya
Tetangga Penganiaya Nenek Gorontalo yang Meninggal: Nenek Fatma Teriak Mau Mati
Yulan Dango (26), tetangga nenek Fatma Tuna (71) mengaku sempat dengar teriakan korban mau mati.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/290622-tetangga-Fatma.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa - Yulan Dango (26), tetangga SY (60) atau mantu dari nenek Fatma Tuna (71), mengaku sempat dengar teriakan korban mau mati. Fatma meninggal dunia diduga dianiaya menantu SY (60).
Nahas warga Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo saat tinggal bersama anaknya Yunus Hasan dan SY. Oleh tetangga, korban dikenal baik dan suka bersosialisasi, sempat teriak mau mati.
Tapi Yulan tak tahu persis penyebab sampai nenek yang baik itu berteriak mau mati. Dia baru ketahui setelah beredar video viral dugaan penganiayaan terhadap Fatma oleh menantunya.
Kejadian itu menyita perhatian banyak pihak. Terlebih pasca beredarnya sebuah video siaran langsung yang menunjukan kondisi nenek Fatma yang sangat memprihatinkan.
Nenek Fatma diduga disiksa oleh sang menantu SY (60), warga Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato.
Hal ini terungkap dari video siaran langsung yang disiarkan oleh sang menantu melalui akun facebook pribadinya pada akhir pekan yang lalu. Video tersebut kini telah dihapus oleh sang menantu.
Yulan, warga Desa Buntulia Barat yang tidak lain merupakan tetangga dari anak almarhumah mengungkapkan, begitu mengenal baik sosok pribadi dari anak menantu nenek Fatma.
"Keseharian ibu SY sangat baik. Suka menegur tetangga dan juga bergabung di acara-acara masyarakat," ungkap Yulan kepada TribunGorontalo.com, Rabu (29/6/2022).
Dia mengatakan, Yunus Hasan yang tidak lain adalah anak almarhumah merupakan seorang yang bekerja sebagai penambang.
"Kalau ka Chun, (sapaan akrab Yunus Hasan) biasanya pergi pagi pulang malam. Dia kerja di tambang," tambah Yulan. Sehingganya, sambung Yulan, almarhumah nenek Fatma kerap ditinggal bersama san menantu SY.
Yulan mengaku kerap beberapa kali mendengar suara nenek Fatma berteriak. Namun, dia tidak mengetahui jelas alasan nenek sering berteriak.
"Saya beberapa kali mendengar, nenek Fatma teriak, 'Ma mate wau, ma mate wau' (saya mau mati, saya mau mati)," tukas Yulan.
Ditanya soal video yang viral melalui siaran langsung, Yulan menyebut dirinya baru mengetahui beberapa jam setelah video itu disiarkan. Kala itu, dia bersama keluarganya sedang tidak berada di rumah.
"Saat itu kami sedang ke kebun. Nanti sudah mulai ramai (viral), baru kami tahu," tandasnya.
Empat Hari Kemudian Meninggal
Empat hari setelah kejadian dugaan penyiksaan oleh menantu, Fatma Tuna (71), nenek asal Desa Tabulo, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo meninggal dunia.
Kejadian penyiksaan oleh menantu pada Jumat 24 Juni 2022, Fatma meninggal dunia pada Selasa (28/6/2022) pukul 23.50 Wita atau kurang lebih empat hari setelah live Facebook video viral.
Mertua yang diduga dianiaya mantu ini diketahui mempunyai 6 orang anak itu tutup usia di rumah anaknya yang berada di Desa Buntulia Selatan, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Selasa malam.
Sebelumnya, video terkait dugaan penyiksaan terhadap seorang nenek beredar luas di jagat maya Kabupaten Pohuwato.
Dalam video tersebut, nampak Fatma tengah terbaring lesu di lantai rumah. Dengan kondisi memprihatinkan, dengan pakaian yang sangat terbatas. Dalam video itu juga, terdengar suara seorang wanita yang tengah marah-marah.
Sambil mengeluarkan beberapa kalimat bahwa tak mau lagi mengurus sang mertua, SY (60) terus merekam kondisi kejadian di rumahnya yang berlokasi di Desa Buntulia Barat, Kecamatan Duhiadaan, Kabupaten Pohuwato itu melalui siarang langsung media sosial, Facebook.
Sebelum meninggal, pihak keluarga diketahui telah menjemput Fatma Tuna untuk dibawa ke rumah anaknya yang berada di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Sehari dirawat di rumah anaknya bernama Niko Umar di Kabupaten Gorontalo, Fatma dibawa kembali pulang ke Kabupateb Pohuwato.
Kali ini Fatma dirawat oleh sang anak Goni Hasan di rumahnya yang berada di Desa Buntulia Selatan, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato.
Setelah dirawat sehari oleh sang anak Goni bersama istri serta keluarga lainnya, akhirnya Fatma Tuna meninggal dunia pada Selasa malam sekira pukul 23.50 WITA.
Kronologi lengkap
Nenek Fatma menceritakan dugaan disiksa, ditendang, dipukul pakai kayu pagar rumah hingga dicubit di rumah anak kandung Yunus Hasan (53) dan anak mantu SY, Desa Buntulia Barat, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato.
Pengakuan dugaan disiksa, ditendang, dipukul pakai kayu pagar rumah hingga dicubit oleh nenek asal Tabulo Selatan Gorontalo sebelum meninggal disiarkan langsung melalui Facebook oleh keluarga.
Video berdurasi 2 menit 34 detik itu menceritakan dugaan penyiksaan oleh Fatma. Korban mengakui itu saat ditanyai keluarga. Rekaman video saat korban dalam mobil dibawa anaknya Niko Umar dari Marisa menuju Kabupaten Gorontalo.
Korban yang mengenakan jilbab warna coklat dan pakai batik ditanyai keluarga. Dia menjelaskan dugaan penyiksaan itu dalam bahasa Gorontalo.
Berikut pengakuan korban yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.
Fatma mengaku sering sering ditampar.
Dipukul pakai kayu pagar.
Malam sebelumnya dia sering ditendang.
Dia sering diberi makan.
Ssering disiram pakai air bekas cuci piring.
Dicubit sampai lebam.
Fatma mengaku kesakitan dan sering menangis.
Sebelumnya, viral video dugaan penganiyaan yang berujung maut nenek Fatma Tuna (70) asal Dusun Batu Merek, Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo lewat live Facebook menantunya, Jumat 24 Juni 2022.
Pada live FB viral itu, si menantu mengeluh terhadap mertuanya. Dia mengeluarkan kata-kata tak pantas terhadap korban Fatma Tuna asal Tabulo Mananggu. Perekaman aksi berujung maut di rumah menantu Desa Buntulia Barat, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Viral video dugaan penganiyaan berujung maut terhadap nenek Fatma Tuna asal Tabulo Gorontalo ramai ditanggapi warganet saat live FB. Mereka prihatin dengan kejadian itu.
Informasi yang diperoleh TribunGorontalo.com, korban diduga dianiaya menantu perempuan, Selasa (28/6/2022) pukul 22.00 Wita.
Dugaan kejadian penganiayaan sempat di-live Facebook oleh menantu beberapa hari sebelumnya. Korban Fatma Tuna asal Tabulo-Gorontalo yang penuh luka lebam kemudian diambil anak kandung untuk dirawat.
Pada Selasa malam, warga Tabulo-Gorontalo yang diduga jadi korban penganiyaan menantunya menghembuskan napas terakhir di rumah anaknya.
Polisi telah menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap Fatma Tuna. Jenazah Fatma Tuma telah di-visum et repertum untuk mengatahui penyebab luka lebam di sekujur tubuh.
Ceritanya, dugaan penganiyaan berlangsung di Desa Buntulia Barat, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato. Kejadian berlangsung di rumah anak kandung Yunus Hasan (53) dan anak mantu SY.
Sesuai informasi, Jumat (24/6/2022) kejadian dugaan penganiayaan terjadi. Ini berawal dari beredarnya video dugaan penganiayaan di media sosial. Video viral sejak Jumat.
Setelah viral, keluarga korban lainnya menjemput korban di rumah anaknya Yunus Hasan di Desa Buntulia Barat.
Setelah itu, korban dibawa ke rumah anak lainnya, Niko Umar di Kabupaten Gorontalo.
Tidur semalam di sana, kemudian dijemput lagi untuk dibawa pulang ke Marisa di rumah anaknya yang bernama Goni Jasa di Desa Buntulia Selatan, Kecamatan Duhiadaa.
Hanya berselang sehari, akhirnya meninggal dunia. Sejak dijemput, kondisi tubuh memang memar kebiruan di bagian kepala dan tangan sebelah kiri bengkak. Korban meninggal Selasa pukul 23.50. (nal)