Nenek Gorontalo Meninggal Dianiaya
Polisi Periksa 6 Saksi Meninggalnya Nenek di Gorontalo, KBO Reskrim: Terduga Pelaku Diperiksa
Polisi memeriksa 6 saksi terkait kasus kematian nenek Fatma Tuna (70), warga Desa Tabulo Selatan Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/290622-Ipda-Yobtan-R-Frans.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pohuwato telah memeriksa sedikitnya 6 saksi terkait kasus kematian nenek Fatma Tuna (70), warga Desa Tabulo Selatan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo.
Kasat Reskrim Polres Pohuwato IPTU Arie Yos melalui Kaur Bin Opsnal (KBO) IPDA Yobtan R Frans mengungkap, saat ini pihak tengah mendalami laporan terkait meninggalnya nenek Fatma Tuna.
"Untuk sekarang kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi (meninggalnya nenek Fatma). Sudah ada 6 orang saksi yang kami minta keterangan," ungkap IPDA Yobtan, Rabu (29/6/2022).
Ditambahkannya, masih ada beberapa saksi lainnya yang akan dipanggil oleh pihak penyidik. Para saksi tersebut, sambung Yobtan, mengetahui secara jelas kronologis kejadian dugaan tindakan penganiayaan yang berujung pada kematian tersebut.
"Masih ada tiga sampai empat orang lagi yang akan kita ambil keterangan, yang mengetahui secara langsung kejadian yang menimpa korban," tambah IPDA Yobtan.
Sementara itu, IPDA Yobtan menambahkan, untuk terduga pelaku yakni SY telah diundang untuk memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
"Dan sebentar lagi akan tiba," ungkap IPDA Yobtan saat diwawancarai TribunGorontalo.com di ruang kerjanya pada Rabu (29/6/2022) malam.
Sebelumnya, beredar sebuah di media sosial Facebook yang menunjukan seorang nenek yang diketahui bernama Fatma Tuna (70) terbaring di lantai hanya mengenakan celana putih bercorak hijau dan di bagian atas hanya menggunakan pakaian dalam.
Nenek Fatma nampak tak berdaya dihadapan seseorang yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial. Terdengar suara seorang wanita yang diketahui adalah menantu dari nenek Fatma, yakni SY (60). SY terdengar berkata-kata sambil meluapkan emosinya.
Setelah viral, nenek Fatma kemudian dijemput langsung oleh pihak keluarga lainnya. Saat dijemput kondisi nenek Fatma ditemukan mengalami memar dibagian dahi serta bengkak di bagian tangan kiri.
Selanjutnya, nenek Fatma dibawah ke rumah anaknya di daerah Kabupaten Gorontalo. Sehari dirawat oleh anak perempuannya, nenek Fatma dibawa kembali ke Kabupaten Pohuwato, tepatnya di rumah sang anak lelaki Goni Hasan yang berlokasi di Desa Buntulia Selatan Kecamatan Duhiadaa.
Nenek Fatma akhirnya meninggal dunia setelah sehari dirawat di rumah anaknya tersebut. Dan jenazah dimakamkan di sekitaran rumah anaknya pada Rabu (29/6/2022) sore.
Sebelum dimakamkan, jenazah nenek Fatma divisum oleh pihak RS Bumi Panua Pohuwato sebagai pelengkap dokumen laporan kepolisian. (nal)