Rabu, 4 Maret 2026

Capres 2024

Capres-Cawapres KIB: Airlangga-Zulkifli-Suharso Punya 25 Persen Elektoral

Airlangga Hartarto- Zulkifli Hasan atau Airlangga-Suharso Monoarfa punya modal elektoral 25,73 persen tarung di Pilpres 2024.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Capres-Cawapres KIB: Airlangga-Zulkifli-Suharso Punya 25 Persen Elektoral
Kolase TribunGorontalo.com
Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan-Suharso Monoarfa. KIB punya modal elektoral 25,73 persen untuk bertarung di Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Airlangga Hartarto- Zulkifli Hasan atau Airlangga-Suharso Monoarfa punya modal elektoral 25,73 persen untuk bertarung di Pilpres 2024.

Airlangga-Zulkifli-Suharso berpeluang diusung sebagai capres-cawapres dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Koalisi Partai Golkar, PAN dan PPP ini memiliki 148 kursi atau 25,73 persen kursi di Parlemen Senayan, DPR RI.

"Kalau capres-cawapres internal terus didengungkan, maka saya melihat dari kalkulasi politik dan matematis, kan hanya Golkar yang secara resmi dalam Munas dan Rapimnas Golkar di tahun-tahun lalu, yang sudah resmi mengusung Airlangga sebagai capres," kata pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin, Selasa (28/6/2022).

Tak hanya Airlangga, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa juga memiliki peluang untuk diusung menjadi capres KIB.

Ujang juga menambahkan, secara matematis, kekuatan Golkar dibandingkan dengan PAN dan PPP di KIB, lebih banyak.

Tentu, hal tersebut bisa dilihat dari jumlah kursi perolehan di DPR RI. Dimana, Golkar menjadi nomor dua kekuatan parlemen di DPR.

"Kalau tidak salah 85 kursi Golkar, 44 kursi PAN dan 19 kursi PPP," ucap Ujang.

"Artinya kalau dari internal ingin dicapreskan ya tentu Airlangga dalan konteks kalkulasi politik dan matematik," tambahnya.

Sementara, terkait cawapres KIB, tentu antara Zulkifli Hasan atau Zulhas dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

"Kelihatannya ke Zulhas, secara bergening politik lebih baik dibandingkan PPP hanya 19 kursi dibandingkan PAN 44 kursi," kata Ujang.

"Jadi kalau internal capres airlangga dan cawapresnya Zulhas. Itu yang kelihatannya akan mereka godok," sambungnya.

Ujang juga menyoroti soal kemungkinan KIB melakukan 'transfer' tokoh untuk diusung KIB. Namun, peluang itu dinilai akan merugikan KIB.

Pasalnya, ia melihat bahwa soliditas KIB dan tokoh dari internal itu sangat bagus dan luar biasa.

"Kenapa, karena disitu ada marwah partai yang terjaga. Suka-tidak suka, senang-tidak senang ya mereka harus berjuang mati-matian agar capres dari internal. Buat apa mereka berkarierbdi parpol lalu berkoalisi dan tau-tau capres-cawapres dari ekternal, kan lucu," jelasnya.

Golkar: Kembali ke Urusan Parpol Masing-masing

KIB masih belum menentukan sosok yang akan diusung sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Dia pun menyebutkan alasannya.

"Kalau soal nama-nama tadi saya kira kan kembali kepada urusan partai partai politik masing-masinglah. Kenapa sih musti dipaksa-paksa harus KIB harus nama ini, ya kan," kata Doli ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Saat ini, dikatakan Doli, KIB sedang membangun konsepsi di antaranya soal kesamaan visi misi hingga program-program yang akan dilakukan.

Menurut Ketua Komisi II DPR tersebut, KIB memerlukan hal itu untuk menghadapi Pemilu maupun Pilpres 2024.

Akan tetapi, terkait nama-nama yang akan diusung masih belum ditentukan kapan.
"Belum tahu, bisa saja besok, kalau sudah selesai (konsepsi). Bisa minggu depan," ujar dia

Doli menjelaskan bahwa KIB memiliki berbagai tahapan untuk mencapai pengusungan capres 2024.

"Bahwa koalisi untuk Pilpres itu enggak harus dibangun di ujung-ujung. Ya nanti kesannya hanya bagi-bagi kekuasaan. Dan kita membangun bahwa bisa saja dibahas jauh-jauh hari dan kita bicarakan narasi besar," jelasnya.

Setelah itu, KIB disebut akan mematangkan komunikasi dengan publik untuk menyerap aspirasi.

"Syukur-syukur partai lain punya aspirasi yang sama kita gabung. Kemudian kita tanya ke masyarakat, kalau aspirasi masyarakat anggap ini bagus, baru kita masuk ke tahap berikutnya siapa yang membawa konsepsi yang sudah disusun yang sudah dapat respons publik," kata Doli.

Kendati demikian, Doli menegaskan bahwa jika di Golkar masih solid mendukung Ketum Golkar Airlangga Hartarto maju capres.

Namun, hal itu tentu akan dibicarakan kembali di KIB untuk menentukan keputusan.
"Kalau di KIB kan dibicarakan lagi, bisa jadi pak Suharso (Ketum PPP) dan pak Zul (Ketum PAN Zulkifli Hasan) menyebut pak Airlangga juga," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan Diprediksi Jadi Bakal Capres KIB

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved