Rabu, 4 Maret 2026

Cuaca Buruk, Mapala Gorontalo Harus Dievakuasi Saat Mendaki Pegunungan Tilongkabila

Mapala Gorontalo yang tergabung dalam organisasi Mapala Belantara, Mapala BTN, dan KPA Li-Bande itu bahkan harus dievakuasi, pada Jumat (24/6/2022). 

zoom-inlihat foto Cuaca Buruk, Mapala Gorontalo Harus Dievakuasi Saat Mendaki Pegunungan Tilongkabila
TribunGorontalo.com
Basarnas Gorontalo menginformasikan, jika tim terhenti di ketinggian 700 MDPL (meter di atas permukaan laut). Dalam laporannya Basarnas menyebutkan, anggota tim bernama Dea Nanda Doke kedinginan di titik koordinat 0°34'23.30"N 123°11'18.67"E. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Cuaca buruk memaksa pendakian yang dilakukan mahasiswa pencinta alam (mapala) Gorontalo ke Pegunungan Tilongkabila, terpaksa dihentikan. 

Mapala Gorontalo yang tergabung dalam organisasi Mapala Belantara, Mapala BTN, dan KPA Li-Bande itu bahkan harus dievakuasi, pada Jumat (24/6/2022). 

Evakuasi baru berhasil dilakukan pada Sabtu pagi (25/6/2022). Kendala yang dihadapi saat itu adalah cuaca yang buruk. 

Saat dikonfirmasi, Yulin Tahalumala, Ketua Umum Mapala Belantara mengungkapkan, cuaca di Pegunungan Tilongkabila memang sedang buruk. 

“Cuaca di lokasi (Pegunungan Tilongkabila) saat itu sangat ekstrem, mulai dari anginnya, kabut bahkan hujannya,” tutur Yulis Ketua Mapala Belantara kepada TribunGorontalo.com Minggu (26/6/2022). 

Meski telah berupaya, ternyata tim tidak juga mampu melanjutkan perjalanan ke puncak Tilongkabila. 

Basarnas Gorontalo menginformasikan, jika tim terhenti di ketinggian 700 MDPL (meter di atas permukaan laut). 

Dalam laporannya Basarnas menyebutkan, anggota tim bernama Dea Nanda Doke kedinginan di titik koordinat 0°34'23.30"N  123°11'18.67"E.

Yulin menjelaskan, jika agenda pendakian yang dilakukan pihaknya adalah program pendidikan dasar (diksar) ke-7.

Agenda ini serupa masa orientasi dalam kampus. Bedanya karena organisasinya di mapala, orientasi itu dengan melakukan penjelajahan alam bebas. 

Yulin memilih Tilongkabila dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) sebagai tujuan pendakian.

ketinggiannya hanya hanya memiliki ketinggian sekitar 1.500-an MDPL. 

Namun medannya memang menantang. Setidaknya begitu kata Yulin. Meski menayangkan pendakian itu gagal, namun Yulin merasa itu lebih baik demi keselamatan tim. 

Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi belasan mahasiswa pencinta alam (Mapala) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (25/6/2022). 

Belasan Mapala UNG itu tergabung dalam MPA Belantara, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG. 

Informasinya, belasan anggota MPA Belantara ini tengah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) ke-7 di Pegunungan Tilongkabila. Sialnya, dua di antaranya masing-masing mengalami hipotermia dan asma. 

"Kami diinformasikan oleh tim bahwasanya ada kejadian membahayakan manusia salah satu orang di antaranya mengalami hipotermia di Pegunungan Tilongkabila,” ungkap kepala Basarnas Gorontalo,  I Made Junetra, Sabtu sore (25/6/2022). 

Informasi itu diterima pihaknya pada 24 Juni kemarin pukul 09.00 Wita. beruntung, saat itu memang koordinator tim itu mengabarkan jika kondisi tim baik-baik saja.

Kabar baik itu setidaknya dikabarkan hingga pukul 20.oo Wita. 

“(Namun) pukul 21.00 Wita, tim SAR kembali menerima laporan dari tim pendakian bahwa mereka membutuhkan pertolongan SAR. Pukul 21.20 Wita tim SAR menuju kaki Pegunungan Tilongkabila. Dan langsung melakukan pencarian malam itu juga.” tegas Junetra. 

Proses evakuasi mengalami banyak hambatan, selain medan terjal, dan kondisi tanah yang licin dan berair, tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS TNI-Polri, IEA, BPBD, RAPI, dan Mapala, harus membuka jalur sendiri untuk bisa menjangkau para pendaki.

"Pukul 03.00 Wita (25/6/2022) Tim SAR gabungan berhasil menjangkau para pendaki, kondisi korban yang mengalami hipotermia sudah perlahan membaik. Tapi ada masalah baru lagi, salah satu di antara mereka punya riwayat penyakit asma begitu Informasinya. Sehingga kami agak kesulitan mengevakuasi," cerita Junetra. 

Dengan segala upaya tim, sekitar pukul  18.30, Sabtu (25/6/2022) Tim SAR gabungan berhasil  mengevakuasi korban ke perkampungan  dalam keadaan selamat.

“Dua di antaranya mendapat penanganan medis lanjutan di Puskesmas Suwawa,” tutup Junetra.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved