Cuaca Buruk, Mapala Gorontalo Harus Dievakuasi Saat Mendaki Pegunungan Tilongkabila
Mapala Gorontalo yang tergabung dalam organisasi Mapala Belantara, Mapala BTN, dan KPA Li-Bande itu bahkan harus dievakuasi, pada Jumat (24/6/2022).
Informasinya, belasan anggota MPA Belantara ini tengah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) ke-7 di Pegunungan Tilongkabila. Sialnya, dua di antaranya masing-masing mengalami hipotermia dan asma.
"Kami diinformasikan oleh tim bahwasanya ada kejadian membahayakan manusia salah satu orang di antaranya mengalami hipotermia di Pegunungan Tilongkabila,” ungkap kepala Basarnas Gorontalo, I Made Junetra, Sabtu sore (25/6/2022).
Informasi itu diterima pihaknya pada 24 Juni kemarin pukul 09.00 Wita. beruntung, saat itu memang koordinator tim itu mengabarkan jika kondisi tim baik-baik saja.
Kabar baik itu setidaknya dikabarkan hingga pukul 20.oo Wita.
“(Namun) pukul 21.00 Wita, tim SAR kembali menerima laporan dari tim pendakian bahwa mereka membutuhkan pertolongan SAR. Pukul 21.20 Wita tim SAR menuju kaki Pegunungan Tilongkabila. Dan langsung melakukan pencarian malam itu juga.” tegas Junetra.
Proses evakuasi mengalami banyak hambatan, selain medan terjal, dan kondisi tanah yang licin dan berair, tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS TNI-Polri, IEA, BPBD, RAPI, dan Mapala, harus membuka jalur sendiri untuk bisa menjangkau para pendaki.
"Pukul 03.00 Wita (25/6/2022) Tim SAR gabungan berhasil menjangkau para pendaki, kondisi korban yang mengalami hipotermia sudah perlahan membaik. Tapi ada masalah baru lagi, salah satu di antara mereka punya riwayat penyakit asma begitu Informasinya. Sehingga kami agak kesulitan mengevakuasi," cerita Junetra.
Dengan segala upaya tim, sekitar pukul 18.30, Sabtu (25/6/2022) Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban ke perkampungan dalam keadaan selamat.
“Dua di antaranya mendapat penanganan medis lanjutan di Puskesmas Suwawa,” tutup Junetra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/27062022_Tilongkabila_.jpg)