Wali Kota Gorontalo Akan Perjuangkan Nasib 2.210 Tenaga Honorer
Kata wali kota dua periode itu, ia akan berusaha mempertahankan para honorer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/25062022_Marten-Taha_Honorer.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha akan memperjuangkan nasib ribuan honorer di wilayah tersebut.
"Honorer Kota Gorontalo capai 2.210 orang. Pemerintah Kota Gorontalo akan perjuangan nasib mereka,” tegas Marten ditemui TribunGorontalo.com pagi tadi, Sabtu (25/6/2022).
Kata wali kota dua periode itu, ia akan berusaha mempertahankan para honorer.
Terlebih, ketika ribuan tenaga honorer itu harus dihapuskan dalam waktu yang sama, tentu pihaknya akan kehilangan tenaga kerja.
"Kita akan perjuangkan semaksimal mungkin.” tutur Marten.
Perjuangan juga kata Marten, akan dilakukan melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).
Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan menghapus tenaga honorer mulai 2023.
Sebagai gantinya, tenaga honorer ini akan digantikan oleh outsourcing sesuai kebutuhan. Penghapusan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk membangun sumber manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lebih profesional dan sejahtera. (*)