Mapala Gorontalo Hipotermia
Begini Kondisi Pegunungan Tilongkabila Tempat Mapala UNG Hipotermia
Pegunungan Tilongkabila tempat mapala Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dea Nanda Doke alami hipotermia.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Calon mahasiswa pecinta alam (mapala) Gorontalo, Dea Nanda Doke mengalami hipotermia di Pegunungan Tilongkabila, pada Jumat 24/6/2022).
Pegunungan Tilongkabila tempat mapala Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dea Nanda Doke alami hipotermia berada di antara Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Pegunungan Tilongkabila yang hendak Dea dan 15 kawannya takhlukkan masuk Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.
Seberapa menantang mencapai puncak Tilongkabila? Dikutip daro qureta.com, mapala yang trip ke Gorontalo mengaku belum lengkap jika ke Gorontalo tapi tak mendaki Pegunungan Tilongkabila.
Sekelompok anak mapala menceritakan estimasi naik Tilongkabila 3 hari 2 malam. Mereka dipandu seorang mapala Gorontalo yang pernah mendaki Tilongkabila beberapa kali.
Tilongkabila memiliki ketinggian 1.529 meter di atas permukaan laut atau mdpl.
Awalnya berangkat menuju Desa Lombongo menggunakan becak motor. Waktu tempuh kurang lebih satu jam.
Dari sini dilanjutkan berjalan kaki. Setengah perjalanan menuju Pos 1. Pos masih tertutup rotan, harus ekstra hati-hati. Jalur ini juga memaksa untuk berjalan dengan posisi jongkok bahkan merayap.
Jalur Pos 1 biasa juga disebut lorong selamat datang PegununganTilongkabila.
Hari mulai malam tim dalam perjalanan menuju Pos 1. Pukul 20.00 Wita, tim akhirnya sampai di Pos 1. Tempat landai yang cukup luas dan dekat dengan aliran sungai sangat cocok untuk mendirikan tenda untuk istirahat.
Seperdua perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2, tim kembali dihadapkan dengan lorong rotan.
Setelah berjalan kurang lebih satu setengah jam, tim tiba di Pos 2. Perjalanan dilanjutkan menuju Pos 3. Tak sesulit medan sebelumnya.
Jarak Pos 2 ke Pos 3 ditempuh sekitar sejam. Jalur dari Pos 3 menuju Pos 4 cukup menguras tenaga.
Sekira pukul 16.25 tim tiba di Pos 4. Tim memutuskan untuk istirahat.
Malam di Pos 4 cukup dingin. Udara dingin menusuk kulit. Juga ada kabut tipis yang menyambut.
Tim bergegas menuju ke puncak pukul 06.40. Semakin lama, medan semain curam. Pukul 09.00 tim berhasil sampai di puncak Tilongkabila.
Dikutip dari travelio.com, pegunungan ini tertinggi di Gorontalo. Banyak pemandangan yang dapat dilihat di puncak gunung.
Di gunung ini terdapat air panas yang dapat digunakan sebagai sumber mata air pemandian air panas di tempat wisata lain.
Banyak pendaki yang berlomba-lomba untuk mencapai puncak gunung tersebut meskipun terhitung untuk perjalanan akan terasa lelah.
Para pendaki yang menuju gunung Tilongkabila tidak akan menyesal karena ketika pengunjung yang telah kelelahan mendaki sudah mencapai puncak gunung ini akan terlihat hutan yang ada dibawah gunung dan dapat melihat matahari yang terbenam sekitar jam 5 sore.
Para pendaki sambil beristirahat dapat menikmati pemandangan tersebut sambil beristirahat sejenak setelah mencapai puncak gunung. Matahari yang terbenam merupakan salah satu kelebihan dari gunung tilongkabila.
Sumber Air Panas Gunung Tilongkabila
Kebanyakan warga mempercayai bahwa gunung tilongka bila dapat menghasilkan air panas yang menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk melihatnya. Karena kebanyakan lereng gunung hanya menghasilkan aliran air.
Tapi air panas yang dihasilkan gunung tersebut digunakan oleh wahana wisata Taman Nasioanl Bogani Nani untuk menjadi pemandian air panas.
Masyarakat mempercayai bahwa setiap orang yang mandi dengan air panas gunung tilongkabila akan dapat sembuh dari segala penyakit yang diderita orang tersebut.
Untuk membuktikan hal tersebut haruslah pengunjung mencoba air dari permandian taman itu atau harus menuju ke gunung tilongkabila untuk mencoba khasiatnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/250622-Peta-Tilongkabila.jpg)