Mapala Gorontalo Hipotermia
Begini Kondisi Pegunungan Tilongkabila Tempat Mapala UNG Hipotermia
Pegunungan Tilongkabila tempat mapala Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dea Nanda Doke alami hipotermia.
Tim bergegas menuju ke puncak pukul 06.40. Semakin lama, medan semain curam. Pukul 09.00 tim berhasil sampai di puncak Tilongkabila.
Dikutip dari travelio.com, pegunungan ini tertinggi di Gorontalo. Banyak pemandangan yang dapat dilihat di puncak gunung.
Di gunung ini terdapat air panas yang dapat digunakan sebagai sumber mata air pemandian air panas di tempat wisata lain.
Banyak pendaki yang berlomba-lomba untuk mencapai puncak gunung tersebut meskipun terhitung untuk perjalanan akan terasa lelah.
Para pendaki yang menuju gunung Tilongkabila tidak akan menyesal karena ketika pengunjung yang telah kelelahan mendaki sudah mencapai puncak gunung ini akan terlihat hutan yang ada dibawah gunung dan dapat melihat matahari yang terbenam sekitar jam 5 sore.
Para pendaki sambil beristirahat dapat menikmati pemandangan tersebut sambil beristirahat sejenak setelah mencapai puncak gunung. Matahari yang terbenam merupakan salah satu kelebihan dari gunung tilongkabila.
Sumber Air Panas Gunung Tilongkabila
Kebanyakan warga mempercayai bahwa gunung tilongka bila dapat menghasilkan air panas yang menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk melihatnya. Karena kebanyakan lereng gunung hanya menghasilkan aliran air.
Tapi air panas yang dihasilkan gunung tersebut digunakan oleh wahana wisata Taman Nasioanl Bogani Nani untuk menjadi pemandian air panas.
Masyarakat mempercayai bahwa setiap orang yang mandi dengan air panas gunung tilongkabila akan dapat sembuh dari segala penyakit yang diderita orang tersebut.
Untuk membuktikan hal tersebut haruslah pengunjung mencoba air dari permandian taman itu atau harus menuju ke gunung tilongkabila untuk mencoba khasiatnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/250622-Peta-Tilongkabila.jpg)