Capres 2024
Cinta Segitiga Nasdem-Demokrat-PKS, Pengamat dari Gorontalo: Skor 2-1 untuk Anies-AHY
Cinta segitiga Partai Nasdem-Partai Demokrat-PKS menuju pelaminan! Skor dukungan 2-1 untuk Anies dan AHY.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240622-Anies-AHY-24.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Drama politik 'cinta segitiga' Partai Nasdem-Partai Demokrat-PKS menuju pelaminan! Skor dukungan 2-1. Anies Baswedan lebih dijagokan capres, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) cawapres.
Nasdem-PKS cenderung usung Anies, AHY hanya dari dukungan Demokrat. Dari skor 2-1 ini, diprediksikan drama 'cinta segitiga' Nasdem-Demokrat-PKS akan mengusung Anies-AHY ke pelaminan, Pilpres 2024.
Pengamat politik Gorontalo, Erman Rahim memprediksi akan terbangun koalisi Nasdem-Demokrat-PKS. Pasangan capres-cawapres, Anies-AHY.
Kepada TribunGorontalo.com pada Kamis (23/6/2022) malam, Erman yang juga merupakan tokoh akademisi ini mengungkapkan ada hubungan politik antara ketiga partai politik jika dikemudian hari memutuskan untuk berkoalisi.
Kekuatan Anies-AHY di Parlemen Senayan (DPR RI):
- Nasdem: 59 kursi (10,26 persen)
- Demokrat: 54 kursi (9,39 persen)
- PKS: 50 kursi (8,69 persen)
- Total: 163 kursi (28,34 persen)
"Sulit bagi PKS berkoalisi dengan PDIP. Begitu juga Demokrat, terasa sulit untuk menjadi mitra PDIP karena ada sejarah-sejarah yang tak bisa dilupakan. Yang memungkinkan itu adalah koalisi PKS-Demokrat, dan mungkin juga dengan Nasdem," ujarnya.
Ada beberapa irisan yang bisa menjadi kata kunci untuk ketiga partai politik ini berkoalisi. Yang pertama adalah terkait dengan figur yang didukung.
Dalam pelaksanaan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) PKS, banyak disebut nama Anies sebagai capres.
Hal serupa juga terjadi pada rapat kerja nasional (Rakernas) Nasdem. Nama Anies masuk dalam nominasi figur yang bakal direkomendasikan.
"Saya kira PKS akan mencalonkan Anies. Nasdem juga demikian, mengarah ke Anies," ungkapnya.
Ada juga indikator lain, mengapa PKS-Nasdem bisa lebih cenderung ke Anies? Yaitu tentang figur Gubernur DKI Jakarta tersebut, yang disebut sebagai simbol oposisi pemerintahan.
"Seperti PKS yang oposisi, figur Anies juga disebut sebagai simbol oposisi karena berada dil uar arus pemerintahan," terangnya.
Sedangkan untuk Nasdem, Erman menuturkan terdapat sebuah historis yang sangat erat dengan Anies.
Dimana, Anies menjadi salah satu tokoh yang memiliki peran sentris saat lahirnya Nasdem. "Jadi saya kira, sudah clear untuk PKS-Nasdem terkait Anies," ucapnya.
Bagaimana dengan Demokrat? Erman mengamati akan sangat sulit bagi Demokrat untuk memilih atau merekomendasikan figur dari partai lain, terlebih dari PDI Perjuangan.
"Demokrat tidak mungkin akan memilih kader PDI Perjuangan," tandasnya.
Olehnya, Erman sangat optimis jika nantinya koalisi ini terbentuk akan menjagokan Anies sebagai calon presiden.
Dan untuk cawapres, kemungkinan besar akan datang dari Demokrat. AHY adalah Ketuam Umum Demokrat yang disebut-sebut akan maju Pilpres 2024. (*)