Cerita Abdurahman Tadulako, Petani yang Sukarela Bantu Pengendara Susuri Jembatan Pulubala-Gorontalo

Abdurahman Tadulako, warga Desa Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo ini mengaku, dirinya turut prihatin, untuk itu ia berpartisipasi

Penulis: redaksi | Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com
Potret kondisi jembatan Pulubala, Abdurahman Tadulako membantu penerang jalan agar pengendara tidak terperosok. 

(Laporan Sri Aprilia Mayang, Wartawan TribunGorontalo.com dari Kabupaten Gorontalo)

TRIBUNGORONTALO.COM, Pulubala - Kondisi jembatan Pulubala saat ini kian menarik atensi warga setempat untuk turun tangan, demikian yang dilakukan Abdurahman Tadulako.

Abdurahman Tadulako, warga Desa Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo ini mengaku, dirinya turut prihatin, untuk itu ia berpartisipasi menjaga pengendara yang melintasi jembatan Pulubala.

Tak hanya memandu para pengendara, bahkan Abdurahman Tadulako juga memasangi lampu tepat dibawah jembatan rusak. Dia suka rela mengaliri listrik dari rumahnya.

"Saya prihatin, kasihan jangan sampai ada yang terporosok. Kebetulan rumah saya tidak jauh dari sini, saya menjaga dari pagi sampai malam, kalau sudah mengantuk saya pulang, yang penting ada lampu yang sudah saya pasang, listriknya digandeng dari rumah saya," kata Abdurrahman.

Pria yang bekerja sebagai petani itu mengaku tidak keberatan berpartisipasi. Bahkan sesekali ada pengendara memberikan upah dua ribu sampai lima ribu rupiah kepadanya.

"Saya sebagai petani, mumpung belum musim tanam, belum ada yang saya kerjakan, jadi saya bantu-bantu disini saja. Ada orang yang merasa terbantu, mereka kasih upah seribu, dua ribu bahkan lima ribu," ungkapnya.

Dirinya berharap, agar perbaikan jembatan yang menghubungkan ke lima dusun itu segera diperbaiki.

"Jadi ini bukan mata pencaharian saya, saya hanya bantu memandu supaya orang lewat tidak jatuh. Mereka kasih upah alhamdulillah, tidak kasih juga tidak apa-apa, saya tidak meminta," ujarnya.

"Saya berharap jembatan ini segera diperbaiki, karena jembatan ini menghubungkan lima dusun disebelah, bahkan ke kecamatan sebelah (Bongememe dan Tibawa)," tutupnya. 

Diketahui, pengendara roda dua hingga roda empat, yang melintasi jembatan Pulubala kini masih dibatasi.

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, kondisi jembatan Pulubala hanya kurang lebih satu meter ruas jalan yang dapat dilintasi kendaraan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved