Sabtu, 14 Maret 2026

Pilpres 2024

Massa Banteng Tak Mau Kamuflase Politik: PDIP Tutup Peluang Kerja Sama dengan PKS-Demokrat

PDIP hampir pastikan menutup peluang kerja sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Massa PDIP tidak suka kamuflase.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Massa Banteng Tak Mau Kamuflase Politik: PDIP Tutup Peluang Kerja Sama dengan PKS-Demokrat
Kolase TribunGorontalo.com
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan elite PKS. PDIP hampir pastikan menutup peluang kerja sama dengan PKS dan Partai Demokrat. Massa PDIP tidak suka kamuflase. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - PDIP hampir pastikan menutup peluang kerja sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Alasan utamanya, massa PDIP tidak suka kamuflase politik.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengakui bahwa tidak ada peluang untuk PDIP dan PKS bekerja sama.

"Ya kalau dengan PKS tidak (peluang bekerja sama)," kata Hasto dilansir Kompas.com, Kamis (23/6/2022). Kemungkinan koalisi dengan Demokrat pun, Hasto juga menyebut sulit untuk mewujudkan.

Namun Hasto enggan membeberkan alasan mengapa PDIP tidak bisa membangun kerja sama politik dengan PKS.

Sebagai Sekjen dari PDIP, dia mengakui memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Demokrat. Bahkan Hasto menyebut bahwa dinamika politik sudah menunjukkan sulitnya kerja sama dengan Demokrat itu diwujudkan.

"Kalau saya pribadi sebagai Sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat karena dalam berbagai dinamika politik menunjukkan hal itu," terang Hasto.

Lebih lanjut Hasto menuturkan, terkait kerja sama politik PDIP akan melihat bagaimana emosional para pendukung partai.

Pasalnya menurut Hasto, pendukung PDIP adalah rakyat kecil yang lebih suka apa adanya dan tidak suka dengan adanya kamuflase politik.

"(Pemilih PDI-P adalah wong cilik) tidak suka berbagai bentuk kamuflase politik. Rakyat apa adanya. Rakyat yang bicara dengan bahasa rakyat, sehingga aspek historis itu tetap dilakukan," pungkas Hasto.

PKS Terbuka Berkoalisi dengan PDI Perjuangan

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat terbuka terhadap semua partai politik, termasuk untuk berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di Pilpres 2024 mendatang.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan bangsa Indonesia sangat besar jika hanya dikelola oleh kelompok tertentu.

Maka, Habib Aboe mengatakan pihaknya sangat terbuka dengan siapapun untuk bersama-sama membangun bangsa, termasuk membangun koalisi dengan PDI Perjuangan di Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Habib Aboe saat sesi wawancara eksklusif dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

"Bangsa ini sangat besar dikelola kelompok tertentu. Kami PKS terbuka saja. PKS selalu siap berkolaborasi dengan segenap anak bangsa," kata Habib Aboe.

Habib Aboe juga menceritakan soal kedekatannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Ia mengatakan, rombongan PKS pernah bersilahturahmi dengan Megawati dan berdiskusi banyak hal. Termasuk soal-soal tentang Presiden pertama RI Ir. Soekarno atau Bung Karno.

Tak hanya itu, Habib Aboe juga mengatakan, pihaknya turut mengucapkan selamat kepada Hasto Kristiyanto soal gelar doktor yang diterimanya beberapa hari lalu.

"Bahkan PKS bercerita lebih dalam soal Bung Karno. kami juga ucapkan selamat untuk Hasto yang menerima gelar doktor di Universitas Pertahanan," jelasnya.

PDIP Tak Merasa Tertinggal

PDIP tidak merasa ditinggalkan meskipun sejumlah partai politik sudah gencar melakukan komunikasi politik untuk menjalin koalisi menyongsong Pemilu dan Pilpres 2024.

Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP berpolitik dengan cara bergerak ke bawah.

Dalam artian PDIP bergerak bersama rakyat, bukan mendapat pengakuan dari rakyat atas koalisi-koalisi besar antar partai.

"Kita menggalang kekuatan riil dari rakyat, bukan kekuatan di awang-awang dan mendapat pengakuan kuat dari rakyat," ujar Hasto dalam Rakernas II PDIP, di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Dengan apa yang dijalankan partainya, kata Hasto, justru PDIP akan lebih mudah menjalin proses kerja sama politik bagi PDIP bahkan hingga ke tingkat internasional.

"Maka kita akan enak untuk bekerja sama untuk membangun kerja sama politik, bahkan untuk membawa ke dunia internasional sekali pun dan inilah yang dilakukan PDIP," jelas Hasto.

Ihwal koalisi, Hasto menambahkan, akan tiba masanya bagi PDIP untuk melakukan komunikasi intens tentang kerja sama politik dalam kaitannya untuk mengusung pasangan calon yang akan maju dalam pemilu 2024 mendatang.

"Akan tiba saatnya komunikasi intens kerja sama politik dalam kaitan untuk mengusung paslon itu dilakukan melalui pendekatan yang jauh lebih intens disertai pembahasan agenda strategis bagi kemajuan negara besar seperti Indonesia," katanya.

Seperti diketahui hingga saat ini beberapa partai sudah saling bertamu bahkan ada yang sudah berkoalisi menyambut kontestasi pemilu mendatang.

Sseperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN)

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pun sudah menyambut beberapa partai seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan hari ini juga kabarnya Partai Demokrat yang akan berkunjung ke NasDem.

Begitu juga PKB yang sudah mulai bergriliya menjalin komunikasi politik dengan Partai Gerindra dan PKS. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasto Ungkap PDIP Mungkin Tidak Ada Peluang Jalin Kerjasama dengan PKS dan Demokrat di Pemilu 2024

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved