Sepakat Berdamai, Kepsek SMA Negeri 1 Telaga Biru Mengaku Kaget Korban Melapor ke Polda Gorontalo
Pihak sekolah SMA Negeri 1 Telaga Biru Gorontalo mengaku kaget, setelah mengetahui siswa korban penganiayaan melapor ke Polda Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20062022_Kepsek-SMAN-1-Telaga-Biru_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Pihak sekolah SMA Negeri 1 Telaga Biru Gorontalo mengaku kaget, setelah mengetahui siswa korban penganiayaan melapor ke Polda Gorontalo.
Pasalnya, menurut penuturan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Telaga Biru Fitriyani Kamali, pihaknya telah melakukan mediasi terhadap para siswa yang terlibat pada 10 Juni 2022 lalu.
“Jadi pada tanggal 10 Juni kami menindaklanjuti lagi dengan mengundang para orangtua siswa kedua belah pihak untuk diadakan mediasi,” ungkap Kepsek SMA Negeri 1 Telaga Biru.
Dari hasil mediasi tersebut, para orang tua murid menyatakan saling memaafkan secara lisan.
Bahkan, menurut Fitriyani, orang tua korban dan pelaku telah berkomitmen, memaksimalkan penanganan dan pendampingan kepada siswa melalui surat pernyataan.
“Kedua siswa itu pun saling memaafkan dan kedua orang tua murid saling memaafkan, dan berdamai, karena kami konteksnya pendidikan, kami pun melalui surat pernyataan itu, anak bisa menyadari kekeliruan mereka dan menjadi anak yang baik," jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, pihak sekolah telah mengunjungi rumah korban.
"Hasil home visit (kunjungan) yang kami lakukan pun sudah dua kali, dan hasil home visite yang pertama keadaan siswa memang masih sakit dan hasil mediasi yang dilakukan oleh kedua orang tua pun terlaksana,” ujarnya.
Pada proses mediasi tersebut disaksikan juga oleh perwalian dari siswa, Wakasek Kesiswaan dan Guru Bimbingan Konseling.
Karena itu, Fitriyani tak menyangka korban bakal melaporkan kejadian tersebut ke Polda Gorontalo.
Diketahui, korban berinisial RH itu saat itu didampingi kuasa hukumnya, Nasir Thalib Djibran mendatangi SPKT Polda Gorontalo pada Sabtu (18/6/2022).
Kepada TribunGorontalo.com, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono membenarkan hal tersebut.
"Laporan pengeroyokan siswa SMAN 1 Telaga Biru diterima oleh SPKT dan akan ditindak lanjuti oleh Dirkrimsus Polda Gorontalo," ungkap Wahyu. (*)