Rakernas II PDIP

Putra Mahkota PDIP Prananda Prabowo Sambut Jokowi Jelang Rakernas II

Putra mahkota PDIP Prananda Prabowo menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Presiden Jokowi, Prananda Prabowo dan Megawati di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2022). Putra mahkota PDIP Prananda Prabowo menyambut kedatangan Jokowi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Putra mahkota PDIP Prananda Prabowo menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2022).

Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati dan putra mahkota PDIP Prananda Prabowo sempat foto bareng di ruangan Megawati.

Prananda Prabowo memang jarang tampil. Kali ini sang putra mahkota PDIP menjadi perhatian publik saat menyambut Jokowi.

Pantauan Tribunnews.com, sekitar pukul 09.15 WIB, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tiba di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta.

Tiba di arena Rakernas, Megawati menggunakan baju berwarna merah dipadu hitam memasuki area lingkungan Sekolah Partai.

Ia didampingi sejumlah elite PDIP seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun turut mendampingi Megawati.

Menyusul Megawati, hadir pula Presiden RI yang juga kader PDIP Joko Widodo (Jokowi).


Jokowi tiba sekitar pukul 09.30 WIB.

Ketika tiba di Sekolah Partai, Jokowi disambut Ketua DPP PDIP yang juga Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi (Situation Room) Muhammad Prananda Prabowo, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Tampak juga Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto menyambut orang nomor satu itu di belakang Prananda.

Prananda, Hasto, dan Pramono lalu berjalan beriringan bersama Jokowi menuju ke dalam Sekolah Partai.

Pada kesempatan itu, Jokowi diajak bertemu Megawati di ruangannya.

Jokowi dan Megawati berbincang di sana, bahkan mereka berfoto bersama.

Dalam pertemuan dan foto bersama itu, turut hadir Prananda Prabowo.

Tak lama kemudian, Megawati bersama Jokowi, Prananda, Puan Maharani, dan Hasto berjalan menuju ke aula tempat pelaksanaan Rakernas PDIP.

Seperti diketahui, PDIP menggelar Rakernas II Tahun 2021 pada hari ini.

Dalam Rakernas ini, PDIP akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari memajukan desa hingga membahas konsepsi dasar capres-cawapres 2024.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Rakernas ini merupakan rapat DPP yang diperluas dengan melibatkan peserta dari ketua, sekretaris, serta bendahara DPD PDIP.

Selain itu, peserta juga berasal dari perwakilan sayap dan badan partai, termasuk anggota DPR RI fraksi PDIP.

"Yang lebih dipersiapkan adalah agenda strategis dalam rangka memenangkan pemilu tahun 2024, tetapi juga sekaligus bagaimana PDI Perjuangan dalam upaya pemilu tersebut mampu menjawab berbagai persoalan rakyat dan mengedepankan sinergi tiga pilar yang turun ke bawah," kata Hasto sebelum mengikuti tahlil dalam rangka Haul ke-52 Bung Karno di Sekolah Partai, Senin (20/6/2022).

"Hal strategis lainnya yang akan dibahas, selain desa, itu juga terkait dengan konsepsi dasar, visi, misi yang akan dibawa oleh calon presiden dan calon wakil presiden yang akan datang, sehingga ketika Ibu Megawati Soekarnoputri pada momentum yang tepat mengambil keputusan terkait dengan capres dan cawapres," jelas Hasto.

Hasto menambahkan Rakernas II 2021 yang dilaksanakan pada 21-23 Juni 2022 ini merupakan rapat yang harusnya dilaksanakan pada tahun lalu. Namun karena alasan pandemi Covid-19, PDIP menunda rakernas tersebut.

"Baru dapat dilaksanakan pada 21 Juni besok dan sekaligus menunggu momentum penetapan seluruh tahapan pemilu dari KPU," kata dia.

Hasto menerangkan Rakernas dilaksanakan dengan sederhana, suasana kontemplatif, serta membahas isu-isu strategis untuk kemajuan bangsa dan negara. Tema yang diangkat ialah "Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat" dengan subtema "Desa Taman Sari Kemajuan Nusantara".

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang mempertimbangkan sejumlah calon presiden (capres) yang akan maju ke Pilpres 2024.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang mempertimbangkan sejumlah calon presiden (capres) yang akan maju ke Pilpres 2024. (Kolase TribunGorontalo.com)

Putra Mahkota PDIP

Muhammad Prananda Prabowo lahir 23 April 1970 adalah politisi asal Indonesia.

Dikutip dari wikipedia.org, Saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif periode 2019–2024. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisis Situasi di Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan.

Prananda adalah cucu dari Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Ia adalah putra kedua Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri dari suami pertamanya, Lettu Pnb Surindro Supjarso.

Dari pasangan ini Prananda Prabowo memiliki seorang kakak, Mohamad Rizki Pratama. Dari pernikahan ibunya dengan Taufiq Kiemas, Prananda Prabowo memiliki seorang adik, Puan Maharani.

Prananda menikah pada tanggal 23 Oktober 2000 dan dikaruniai dua orang anak. Posisi anak kedua dalam trah Soekarno punya posisi unik. Soekarno adalah anak kedua dari dua bersaudara.

Megawati adalah anak kedua dari lima bersaudara. Dan Prananda juga anak kedua dari tiga bersaudara.

Portal berita CNN Indonesia menyebutnya sebagai putra mahkota Megawati. Sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan penilaian:

Prananda punya potensi besar. Cara pengorganisasiannya detail. Orangnya memang tak menonjol, tetapi dekat dengan siapapun,”.

Oleh sejumlah kaum Marhaen, ia dianggap sebagai salah satu pewaris trah Soekarno. Bahkan, ia pernah didaulat sebagai keturunan ideologis Bung Karno yang paling tepat menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Prananda dikenal sebagai ideolog dan peminat teknologi komunikasi dan informasi. Ia pertama kali muncul saat Megawati mengajaknya dalam konferensi pers bersama sang adik, Puan Maharani, menjelang pembukaan Kongres III PDIP 2010 di Bali.

Di PDI-Perjuangan, ia ditempatkan sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisis Situasi (Situation Room) DPP PDI-Perjuangan.

Ia adalah konseptor beberapa pidato politik Megawati. Salah satu sentuhan pidatonya yang dianggap cukup bisa menggambarkan cara pandangnya terhadap dunia politik adalah ketika ia menyisipkan penggalan nasihat dari Kitab Bhagawad Gita, "karmanye vadhikaraste ma phaleshu kada chana" ("kerjakan seluruh kewajibanmu dengan sungguh-sungguh tanpa menghitung untung-rugi").

Pidato yang dibacakan pada Pembukaan Kongres III PDI Perjuangan tahun 2010 tersebut memang kemudian menjadi salah satu pidato Megawati yang paling banyak mendapatkan pujian dari berbagai pihak.

Di internal PDI Perjuangan Prananda juga dikenal sebagai “kamus berjalannya Soekarno” karena selalu berusaha untuk memastikan bahwa hasil-hasil rapat internal partai tidak keluar dari pemikiran Bung Karno meski dengan gayanya yang tidak suka menggurui.

Sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisa Situasi (Situation Room) PDI Perjuangan tugasnya lebih banyak berkaitan dengan internal partai yang langsung bersentuhan dengan ketua umum. Di situation room itu, Prananda antara lain bertugas menyusun strategi partai.

Ia juga memperoleh mandat untuk mengawasi apakah ada penyimpangan-penyimpangan terhadap keputusan kongres, dan mengecek segala persiapan berkaitan dengan kegiatan ketua umum di suatu daerah.

Pria yang sudah dua kali melaksanakan ibadah haji ini juga melaporkan segala perkembangan internal partai, baik yang ada di pilkada, pencalegan, maupun perilaku kader partai di eksekutif dan legislatif langsung kepada ketua umum partai.

Prananda sudah menjadi Yatim ketika berusia 7 bulan dalam kandungan. Ayahnya Letnan Satu (Penerbang) Soerindro Suparjo meninggal dalam tugas.

Sosoknya dianggap sebagai titisan dari Bung Karno, selain itu perawakannya mewakili masa muda Sang Proklamator. Pemikirannya senantiasa dijiwai oleh gagasan Sang Kakek, kecintaanya pada seni mendarah daging layaknya Bung Karno.

Selama ini Mas Nanan sapaan akrabnya, merupakan konseptor utama dalam setiap pidato Sang Ibu, dia mampu menerjemahkan ideologi Nasionalisme dengan kebutuhan jaman, menjembatani gagasan kebangsaan dengan pragmatisme politik.

Dia adalah tokoh dibalik modernisasi Partai, Konsepsinya selalu bergaung dalam derap langkah PDI Perjuangan, mengedepankan sains dan teknologi dalam konstetasi politik.

Situation Room yang dibangunnya telah mengubah cara kerja Partai, menjadikannya sosok pembaharu sekaligus penjaga ideologi Marhaen.

Kiprah kesenian

Selain aktif dalam dunia politik, Prananda Prabowo juga memiliki ketertarikan tinggi di bidang musik.

Penyuka aliran musik cadas ini dikenal piawai dalam bermain bass.

Karakter permainan bassnya tersebut banyak dipengaruhi oleh gaya bermain Steve Harris, bassis Iron Maiden, band cadas asal Inggris yang menjadi idolanya.

Keprihatinannya yang mendalam atas semakin pudarnya rasa nasionalisme di kalangan anak muda mendorongnya untuk membentuk sebuah grup band bernama Rodinda (Romantika, Dinamika, Dialektika adalah prinsip-prinsip Revolusi yang sering diucapkan Bung Karno) sebagai medium penyampai pesan nasionalisme kepada kaum muda. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Momen Jokowi Duduk Bareng Megawati dan Prananda Prabowo Jelang Rakernas PDIP di Lenteng Agung

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved