Pilpres 2024

Pengamat: PDIP Cenderung Gandeng Tokoh NU

PDIP punya kecenderungan memasangkan kadernya dengan tokoh Nahdlatul Ulama (NU). 

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Megawati dan Hasto Kristiyanto. PDIP punya kecenderungan memasangkan kadernya dengan tokoh Nahdlatul Ulama.  

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Belajar dari beberapa kali pemilihan presiden, terakhir Pilpres 2019, PDIP punya kecenderungan memasangkan kadernya dengan tokoh Nahdlatul Ulama (NU). 

Saidiman Ahmad, Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), pun memprediksikan pada Pilpres 2024, PDIP akan memasangkan kader, antara Puan Maharani maupun Ganjar Pranowo, dengan tokoh NU.

"Sejarah PDIP selalu berpasangan dengan tokoh NU. Dapat dilihat dari beberapa kali pilpres. Paling akhir Joko Widodo-Maruf Amin," ujar Saidiman saat wawancara live di CNN Indonesia, Senin (20/6/2022).

Capres-Cawapres PDIP:

Pemilihan Lewat MPR

1) Abdurrahman Wahid (tokoh NU)-Megawati

Pemilihan Langsung

1) Pilpres 2004:
Megawati - Hasyim Muzadi (Ketua PBNU)

2) Pilpres 2009:
Megawati - Prabowo Subianto (Partai Gerindra)

3) Pilpres 2014:
Jokowi-Jusuf Kalla (Partai Golkar)

4) Pilpres 2019:
Jokowi-Maruf Amin (Rais Aam PBNU)

Sementara itu, PDIP menilai kerja sama antar-partai politik menghadapi Pemilu 2024 adalah sebuah keniscayaan.

Untuk itu, PDI-P disebut terus menjalin komunikasi dengan petinggi-petinggi partai politik guna menyamakan platform dalam rangka Pilpres.

"Kami terus membangun komunikasi dengan para ketua umum partai. Sehingga kesamaan terhadap platform dan kerja sama dalam rangka pilpres itu ujung-ujungnya kan pada penetapan calon," kata Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Hasto melanjutkan, PDI-P akan menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkan soal kerja sama itu ke publik.

Di sisi lain, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri disebut sudah mengantongi sejumlah nama yang masuk bursa pencapresan.

"Nama-nama itu ada di Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau terus mempertimbangkan," ucap Hasto. Lebih jauh, Hasto menjelaskan bahwa selama ini PDI-P sudah membangun kerja sama dengan partai politik, salah satunya dengan partai koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Dan banyak pihak mengakui kalau kerja sama dengan PDI Perjuangan itu kita memegang komitmen," tambah dia.

Menurut Hasto, Megawati akan menetapkan calon yang akan diusung PDI-P saat waktunya tiba. Demikian halnya dengan langkah politik PDI-P untuk berkoalisi.

"Kerja sama adalah suatu keniscayaan bagi PDI-P yang mengusung semangat gotong royong," imbuh dia. Sebelumnya, sejumlah partai politik sudah menjajaki komunikasi menghadapi Pemilu 2024.

Beberapa partai politik itu di antaranya PKB, Gerindra, dan PKS.

Selain itu, ada pula parpol yang sudah menandatangani nota kesepahaman membentuk koalisi yaitu Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Koalisi tiga partai itu bernama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Koalisi, Sekjen Sebut PDI-P Terus Bangun Komunikasi dengan Para Ketum Parpol"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved