Pengeroyokan Siswa Gorontalo
Siswa Gorontalo Korban Pengeroyokan Disebut Alami Trauma Psikologis
Siswa SMAN 1 Telaga Biru yang jadi korban pengeroyokan oleh teman sekelasnya, disebut megnalami trauma psikologis...
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2062022_Ilustrasi-Sekolah_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Nasir Thalib Djibran menyebut siswa Gorontalo korban pengeroyokan mengalami trauma psikologis.
Siswa Gorontalo korban pengeroyokan bernama RH itu menurut Nasir, kerap melakukan hal-hal di luar kebiasaannya.
Nasir diketahui adalah kuasa hukum RH. Kepada TribunGorontalo.com ia menjelaskan, RH pernah suatu pagi tiba-tiba menangis dan sesegukan di kuburan di belakang rumahnya.
Lalu, korban pernah hampir menyerang saudaranya dengan gunting. Padahal, korban bukanlah siswa yang agresif.
“Ini gejala-gejala trauma yang dialami korban,” kata Nasir.
Karena itu, pihaknya memutuskan untuk melapor ke kepolisian setempat.
RH didampingi Nasir Thalib Djibran mendatangi SPKT Polda Gorontalo pada Sabtu (18/6/2022) kemarin.
Sayangnya, belum ada pemberian keterangan untuk berita acara pemeriksaan (BAP) awal.
“Korban mengalami traumatik yang cukup parah, maka untuk BAP awal itu belum dilakukan,” ungkap Nasir, Senin (20/6/2022).
Nasir menceritakan kronologi kejadian pengeroyokan tersebut.
RH katanya adalah siswa di SMAN 1 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Awalnya, sebelum hari pengeroyokan oleh teman sekelasnya, korban memang sudah kerap dibuli oleh teman sekelasnya.
Ia dituding mencontek saat pelajaran sekolah. Korban mendapat perlakuan itu, hanya diam saja.
Puncaknya baru pada Selasa 7 Juni itu. Ia tiba-tiba dipaksa oleh salah satu pelaku, untuk main panco.
Karena tidak tertarik dengan ajakan itu, korban pun menolak. Namun oleh pelaku terus dipaksa, hingga penolakan itu berbuah penolakan keras dari korban.
“Selalu dipaksa untuk main panco, namun korban ini menolak. Mungkin karena terus-terusan dipaksa dan dibuli, ia pun berdiri dan mendorong pelaku ini,” cerita Nasir.