Pedagang Ikan Air Tawar Gorontalo Sebut Nila dan Payangga Jadi Favorit Konsumen

Uyun M Muu (45), warga Dehuwalolo berjualan ikan air tawar. Ia memanfaatkan hasil danau Limboto, untuk dijual demi menghidupi keluarganya.

TribunGorontalo.com
Uyun M Muu, Pedagang berbagai macam ikan air tawar di area Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Selain Ikan Laut yang menjadi favorit masyarakat Gorontalo, ikan air tawar merupakan jenis ikan yang banyak dicari oleh masyarakat umum Gorontalo khususnya di waktu akhir pekan, Minggu (19/6/2022).

Pantauan TribunGorontalo.com di sepanjang jalan Reformasi Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo banyak terdapat penjual ikan air tawar atau hasil tangkapan dari Danau Limboto.

Uyun M Muu (45) Misalnya, warga Dehuwalolo berjualan ikan air tawar. Ia memanfaatkan hasil danau Limboto, untuk dijual demi menghidupi keluarganya.

Uyun telah berjualan di ikan air tawar selama 22 tahun.

Berbagai jenis ikan hasil danau Limboto dijualnya, diantaranya Ikan Nila, Ikan Gabus, Belut, Manga Bai serta ikan endemik danau Limboto Payangga atau masyarakat mengenalnya Hulu’u.

Berbagai varian harga di patok, untuk jenis Nilai ukuran besar dijual dengan harga Rp 50 Ribu per 2 ekor , sedang untuk ukuran sedang dijual dengan harga Rp 35 Ribu per 4 ekor ,Ikan Gabus di jualan dari harga Rp 50 - 100 ribu per ekornya, sedang Belut di jual dengan harga Rp 100 - 250 per ekornya tergantung ukuran ikan tersebut.

Untuk ikan Payangga (Hulu’u) dijual dengan harga Rp 15 ribu per ikatnya yang berisi 15 ekor dalam seikat, harga tersebut sama untuk jenis ikan manggabai.

Uyun mengatakan, untuk ikan favorit yang banyak diminati oleh pembeli adalah Nila dan Payangga.

“kalo ikan yang banyak dibeli itu seperti Nila dan Hulu’u atau payangga,” ungkap Uyun

Ditempatnya itu pun terdapat ikan hidup seperti ikan mas dan Nila hidup yang dijual dengan harga Rp 35 ribu jenis nila hidup dan Rp 100 ribu per ekor untuk Ikan Mas.

Dari hasil penjualan ikan tersebut Uyun dapat menghasilkan dalam sehari bisa mencapai Rp 1,5 juta per harinya.

Ia mendapati ikan tersebut dari para nelayan yang berada disekitar Danau Limboto bahkan dia mendatangi langsung tempat budidaya ikan yang berada di danau limboto.

”Kalau ikan ini, saya dapatnya dari para nelayan danau, atau membeli langsung dari para pembudidaya,” tutup Uyan. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved