Senin, 23 Maret 2026

Pilpres 2024

Ini Empat Poros Kekuatan di Pilpres 2024, Pengamat: Sulit Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS

Empat poros partai politik berpeluang terjadi di Pilpres 2024. PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Nasdem.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Ini Empat Poros Kekuatan di Pilpres 2024, Pengamat: Sulit Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS
Kolase TribunGorontalo.com
Empat poros partai politik berpeluang terjadi di Pilpres 2024. PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Nasdem. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Empat poros partai politik berpeluang terjadi di Pilpres 2024. PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Nasdem.

Empat poros Pilpres 2024 paling krusial antara Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto dan Nasdem yang dikomandani Surya Paloh.

Poros PDIP dan Golkar aman. Dua dari empat poros lain, Gerindra dan Nasdem masih tarik menarik.

Jika Gerindra berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasdem akan kesulitan berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat.

Pengamat politik sekaligus Pendiri Cyrus Network Hasan Nasbi menilai koalisi Partai Demokrat, PKB, dan PKS dalam Pilpres 2024 sulit terbentuk.

Menurutnya, akan sulit bagi ketiga partai tersebut dalam menentukan siapa yang menjadi porosnya mengingat masing-masing memiliki keunggulan dan kekuatan yang hampir sama besar.

Secara kursi, lanjut dia, mungkin PKB lebih besar dibandingkan dua partai lainnya.

Tapi dari sisi kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono jauh lebih kuat.

Di sisi lain, lanjut dia, meskipun PKS paling solid tapi hanya 50 kursi.

Sehingga, kata dia, sulit untuk menentukan siapa yang menjadi poros koalisi.

"Kalau PKB, Demokrat, sama PKS itu sulit untuk merumuskan siapa yang menjadi tulang punggungnya," kata Hasan setelah diskusi bertajuk Anies-Ganjar di Tikungan Koalisi 2024 di Tebet Jakarta Selatan, Minggu (19/6/2022).

Menurutnya, saat ini jumlah koalisi partai politik yang mungkin terbentuk tergantung pada para kingmaker.

Menurutnya, skenario yang memungkinkan adalah tiga atau maksimal empat calon presiden.

Jika skenario tiga calon presiden, maka kata dia, yang mungkin menjadi poros adalah Partai Gerindra, PDIP, dan Golkar.

Namun demikian, masih ada kemungkinan Partai Gerindra tidak dapat koalisi dan justru Partai Nasdem yang akan menjadi poros koalisi yang dibentuknya.

"Menurut saya, di antara partai tengah itu yang bisa bikin poros itu cuma Nasdem. Tapi dia harus segera bungkus dua partai lain. Dia tidak bisa cuma bungkus (berkoalisi dengan) satu, kalau bungkus satu dia harus bungkus PKB," kata dia.

Anies-AHY

Politik adalah seni tentang kemungkinan! Peluang Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju Pilpres 2024 terbuka. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal segera menggelar pertemuan dengan Partai Nasdem.

PKS mendukung soal pencapresan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies termasuk satu di antara tiga nama yang direkomendasikan Nasdem.

Namun gabungan kursi di parlemen antara PKS dan Nasdem belum cukup penuhi syarat 20 persen. PKS-Nasdem punya 109 kursi, masih butuh 6 kursi lagi menjadi 115 kursi sebagai syarat 20 persen.

PKS-Nasdem butuh Partai Demokrat yang memiliki 54 kursi di parlemen. Gabungan tiga perpol ini memiliki 163 kursi atau 28,34 persen.

Artinya ada peluang Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju Pilpres 2024. AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

PKB-Gerindra memiliki 136 kursi (23,65 persen) di parlemen. Koalisi kedua parpol sudah cukup mengusung capres-cawapres. Hingga peluang Prabowo-Cak Imin maju Pilpres 2024 terbuka lebar.

Diketahui, Ketua Umum Partai NasDem dalam penutupan Rakernas NasDem, Sabtu (18/6/2022) mengumumkan tiga nama yang dijadikan rekomendasi untuk menjadi bakal Capres 2024.

Ketiga nama tersebut di antaranya Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Menyikapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Aboe Bakar Alhabsyi mengucapkan selamat kepada Partai nasDe, yang sudah mengeluarkan nama untuk Pilpres 2024.

"Selamat karena NasDem sepertinya sudah mengerucutkan nama Capres pada tiga nama, yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Andika Perkasa. Tentu ini kabar baik, nama-nama para Capres sudah mulai muncul, sehingga proses penjaringan para Capres oleh Parpol akan lebih matang," kata Aboe saat dikonfirmasi Tribunnews, Sabtu (18/6/2022).

Prabowo Subianto-Muhaiming Iskandar. Terbuka peluang Anies Baswedan-AHY dan Prabowo-Cak Imin maju Pilpres 2024.

Perolehan kursi DPR RI Pemilu 2019:

1. PDI-P: 128 kursi (22,26 persen)

2. Golkar: 85 kursi (14,78 persen)

3. Gerindra: 78 kursi (13,56 persen)

4. Nasdem: 59 kursi (10,26 persen)

5. PKB: 58 kursi (10,08 persen)

6. Demokrat: 54 kursi (9,39 persen)

7. PKS: 50 kursi (8,69 persen)

8. PAN: 44 kursi (7,65 persen)

9. PPP: 19 kursi (3,3 persen)

Aboe kemudian memberikan sinyal bahwa internal partai di daerah juga sepakat dengan salah satu figur yang diusung Partai NasDem.

Adapun nama itu tak lain merupakan Anies Baswedan.

"Bisa saja figur yang ada di NasDem kemarin akan juga muncul di PKS. Indikasinya, pas kemarin Milad misalkan, saat saya sebut nama Anies, suara ribuan yang hadir langsung bergemuruh, bisa jadi ini salah satu pertanda. Karena di internal kami sendiri juga masih berproses," jelas Aboe.

Namun begitu, kata Aboe, pihaknya bakal segera menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada Senin, 20 Juni 2022 mendatang.

Salah satu pembahasannya mendengarkan masukan anggota Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia terkait pengusungan capres 2024.

"Besok Senin direncanakan akan ada Rapimnas, salah satunya adalah mendengarkan masukan dari DPW se Indonesia mengenai capres yang potensial diusung PKS," katanya.

Sementara itu, Partai NasDem pun mengakui bila satu partai politik disebut bakal merapat untuk bersilaturahmi pada pekan depan.

Hal itu disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya.

"Semua partai kita jajaki. Sudah ada komunikasi informal dengan salah satu partai. Minggu depan akan berkunjung bersilaturahmi ke partai NasDem dan mungkin berikutnya banyak partai lain," kata Willy kepada wartawan, Sabtu (18/6/2022).

Willy menuturkan bahwa dinamika politik masih akan terus cair.
Sebaliknya, pihaknya juga terus membuka kemungkinan berkoalisi dengan siapa pun untuk bisa mengusung capres usulannya.

"Saya yakin ini kan masih cair dan tentu mana magnet yang paling kuat, mana sinyal yang paling banyak agar kita nggak susah sinyal kan. Nanti koalisinya dikerucutkan berdasarkan kekuatan sinyal," katanya.

Cak Imin Temui Prabowo

'Sekakmat' dari Muhaimin Iskandar. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu bertemu Prabowo Subianto, Sabtu (18/6/2022). Partai Nasdem dan Partai Demokrat terancam mati langkah.

Kalau toh berkoalisi, kursi Nasdem-Demokrat di parlemen belum cukup mengusung calon presiden. Nasdem-Demokrat tak dapat usung capres-cawapres alias mati langkah.

Opsi lain supaya tak mati langkah, Nasdem-Demokrat harus bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) atau kerja sama dengan PDIP meski sulit.

Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pertemuan berlangsung di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6/2022).

“Janjian (ketemu) sudah lama tapi baru bisa sekarang,” tutur Cak Imin pada wartawan.

Ia mengaku pertemuan itu bagian dari silaturahmi dan membicarakan persiapan Pemilu 2024.

“Silaturahmi, namanya Pemilu tinggal setahun lagi, kita silaturahmi,” kata dia. Cak Imin tak menjawab banyak ketika ditanya soal kemungkinan pembentukan koalisi dengan Partai Gerindra.

“Ya enggak tahu (koalisi), nanti saja,” pungkas dia. Dalam pantauan Kompas.com, pertemuan itu turut dihadiri beberapa elite dari kedua partai.

Cak Imin nampak ditemani Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid dan Waikl Ketua Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Syaiful Huda.

Sedangkan Partai Gerindra hadir Wakil Ketua Umum Sugiono, Ketua Harian Sufmi Dasco, dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Nilai Koalisi Demokrat, PKB, dan PKS Sulit Tebentuk, Ini Alasannya

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved