Breaking News:

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Diskumperindag Boalemo Himbau Program Menanam

Harga kebutuhan pokok naik, utamanya seperti Bawang, Rica dan Tomat (Barito) di pasar, langsung mendapat tanggapan serius dari instansi terkait.

Penulis: redaksi | Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com/ ist
Kepala Dinas Kumperindag Kabupaten Boalemo, Hasan Makuta. 

(Laporan Ronald Rampi, Wartawan TribunGorontalo.com dari Kabupaten Boalemo)

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta - Harga kebutuhan pokok naik, utamanya seperti Bawang, Rica dan Tomat (Barito) di pasar, langsung mendapat tanggapan serius dari instansi terkait.

Terbukti, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Kabupaten Boalemo segera mengambil langkah kongkrit mengatasi persoalan ini.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Kabupaten Boalemo, Hasan Makuta saat diwawancarai TribunGorontalo.com pada Kamis (16/6/2022) siang mengungkapkan, setelah mendapat informasi terkait harga kebutuhan pokok naik, pihaknya langsung melakukan peninjauan di lapangan.

Sesuai hasil peninjauan tersebut, Hasan mengakui harga kebutuhan pokok naik, disebabkan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kenaikan paling menonjol ada bahan-bahan kebutuhan dapur, seperti bawang, rica, tomat dan juga sayuran.

"Setelah kami cek di lapangan, memang persoalan ini dipicu oleh ketersediaan stok yang sangat terbatas. Bahkan, stok yang ada di Boalemo ini merupakan bahan yang dipasok dari luar daerah, seperti Sulawesi Tengah dan sekitarnya," ungkap Hasan.

Belum lagi, lanjut dia, dikarenakan tingginya permintaan dan keterbatasan stok, maka pihak penyuplai yang dari luar daerah menaikan harga jual mereka.

"Jadi memang harga dari penyuplai ini naik, akhirnya berimplikasi pada harga di pasaran juga ikut naik," ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, dia mengatakan, ada beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Yang pertama, mengupayakan pelaksanaan pasar murah untuk membantu mengurangi beban belanja dari masyarakat. Namun untuk opsi ini, ada sedikit kendala. Dimana, tahapan penganggaran yang terbatas di daerah.

"Saya juga sudah menghubungi dinas di provinsi untuk mengajukan permohonan pasar murah, karena biasanya provinsi yang melaksanakan. Namun informasinya, belum tersedia program itu saat ini," ungkap Hasan.

Hasan menerangkan, hal yang paling kongkrit adalah melaksanakan program pemberdayaan terhadap lahan pekarangan masyarakat.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan dinas pangan dan juga dinas pertanian, untuk menggalakan program pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai komoditi, sehingga bisa membantu warga untuk mengurangi beban belanja dan memenuhi kebutuhan mereka," ujarnya.

"Apalagi saat ini sudah akan memasuki triwulan kedua, sehingga program ini sudah urgen untuk dilaksanakan," imbuhnya. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved