Kerap Antrian Panjang, SPBU Tilamuta-Gorontalo Usulkan Penambahan Kuota Solar
Terkait antrean panjang yang kerap terjadi, pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tilamuta memberikan tanggapannya.
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SPBU-Tilamuta.jpg)
(Laporan Ronald Rampi, Wartawan TribunGorontalo.com dari Kabupaten Tilamuta)
TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta - Terkait antrean panjang yang kerap terjadi, pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tilamuta memberikan tanggapannya.
Saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu(15/6/2022), Zulkifli selaku pengawas SPBU Tilamuta mengungkapkan, antrean panjang mobil untuk mengisi BBM jenis solar memang kerap terjadi.
Menurut Zulkifili, pemandangan tersebut telah menjadi rutin setiap hari terjadi di SPBU tersebut.
Hal itu, kata dia, tidak lepas dari ketersediaan stok BBM solar yang terbatas jumlahnya. Dia mengatakan, pengiriman solar dari Depo Pertamina, biasanya tiba pada sore hari.
"Ya memang antrean ini karena solar yang kosong. Kami masih menunggu pengiriman dari Depo Pertamina. Kemarin, kami minta agar pengiriman bisa lebih dipercepat supaya antrean bisa cepat selesai," ungkap Zulkifli.
Adapun kedatangan mobil tangki yang membawa solar, biasanya tidak pada pukul 14.00 WITA.
Terkadang juga molor, sampai pukul 18.00 WITA.
Zulkifli menerangkan, pihaknya telah berupaya untuk menghubungi Depo Pertamina agar pengiriman bisa tepat waktu.
Saat ditanya lebih jauh terkait solusi mengurai antrean panjang, serta menormalkan kembali situasi pendistribusian solar.
Zulkifli menegaskan, yang perlu dilakukan adalah penambahan kuota pengiriman.
Menurutnya, saat ini kuota yang diberikan oleh pihak Depo Pertamina sebanyak 8 ribu liter.
Diharapkan, jumlah itu bisa ditambahkan menjadi 16 ribu liter.
"Untuk menormalkan situasi, kalau bisa diupayakan penambahan kuota pengiriman. Karena kuota saat ini sangat terbatas," ujarnya.
"Malah biasanya yang mengantre ini, tetap ada yang tidak bisa terisi. Karena solarnya keburu habis," imbuhnya.
Penambahan kuota ini juga, kata dia, bisa disesuaikan dengan waktu pengiriman dalam sepekan.
Pengiriman yang bisa dilakukan setiap hari, dengan jumlah 16 ribu liter, maka pengiriman cukup dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. (*)