Masalah Keuangan Hantui Persidago, Dianggap Klub Bola Termiskin

Kata Helmin, meski berhasil mengarungi kompetisi musim lalu, Persidago dianggap tim termiskin.

TRIBUNGORONTALO.COM - Masalah keuangan masih terus menghantui tim sepak bola Gorontalo, Persidago

Kendati, Liga 3 Indonesia bakal digelar bulan Agustus mendatang.

"Terkait biaya tim (Persidago) memang masih menjadi perbincangan. Hampir setiap tim (sepak bola sebenarnya)," ungkap Asisten Manajer, Helmin Hippy, Sabtu (11/6/2022).

Kata Helmin, meski berhasil mengarungi kompetisi musim lalu, Persidago dianggap tim termiskin.

Sebetulnya, tidak mudah mengarungi kompetisi sepak bola di Indonesia.

Sebab, setiap tim harus merogoh kocek yang tidak sedikit.

"Musim lalu, kita menghabiskan Rp 1 miliar lebih, tapi masih dianggap sebagai tim termiskin," imbuh Helmin.

Idealnya biaya selama satu musim itu mencapai Rp 4-5 miliar.

"Itu (biaya) sudah termasuk gaji pemain, honor official, dan akomodasi, juga fasilitas tim," jelasnya.

Karena itu, manajemen Persidago sudah menyusun konsep dan strategi untuk mendapatkan dukungan sponsor, baik dari swasta maupun BUMN.

"Saya dengan manajer tim, Prof Nelson Pomalingo punya konsep, karena memang kita tidak bisa bergantung pada pemerintah," kata dia.

Untuk itu, manajemen Persidago membutuhkan dukungan langsung masyarakat Gorontalo ke stadion, terutama saat Persidago bermain di kandang, Stadion Gelora 23 Januari.

"Itu (dukungan) yang saya harapkan. Saya berharap para penonton bisa datang langsung menonton pertandingan Persidago," jelas Helmin di sela-sela mengawasi proses seleksi pemain, (Sabtu 11/6/2022).

Melalui dukungan langsung tersebut, lanjut dia, masyarakat atau suporter sudah turut membantu keuangan tim, melalui tiket, dan membeli merchandise.

"Masyarakat bisa datang langsung, dan membantu melalui tiket dan merchandise," tandas dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved