Jalan Nani Wartabone Mulai Diaspal, Warga Mulai Keluhkan Bau Air Saluran
Pengerjaan Jalan Nani Wartabone, saat ini berlanjut memasuki tahapan pengaspalan, Senin (13/06/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penampakan-air-saluran-di-jalan-Nani-Wartabone-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengerjaan Jalan Nani Wartabone, saat ini berlanjut memasuki tahapan pengaspalan, Senin (13/06/2022).
Pantauan TribunGorontalo.com, pada Senin siang terlihat sebagian ruas jalan Nani Wartabone sudah memasuki tahapan pengaspalan.
Jalan Nani Wartabone sudah mulai di aspal sejak minggu, pengaspalan dilaksanakan, pada malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas.
Bagian yang teraspal baru berada di bagian simpang empat, gerbang Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hingga simpang empat diler Kawasaki.
Bagian lainnya masih dalam tahapan penimbunan, serta pengerasan menggunakan alat berat stum.
Pengaspalan ini tentunya mendapat apresiasi baik warga yang berada di lokasi tersebut, namun masih menyisakan keresahan terkait saluran drainase yang berada di jalan tersebut.
Irhan Azis (30) salah satu warga yang ditemui oleh Tribungorontalo.com, pada salah satu warkop di jalan tersebut, mengeluh pengerjaan drainase yang tidak memiliki kemajuan.
“Alhamdulilah kalau sudah di aspal, cuma ini saluran ini kayak di bongkar, tapi tidak dikerjakan,” kata Irhan.
Pasalnya, beberapa cetakan cor beton drainase hanya ditaruh di saluran tersebut dan tidak tertata rapi.
“Coba lihat itu cetakan saluran cuma ditaruh begitu saja, macam tidak diatur,” ungkapnya.
Serta saluran air yang kadang baunya mengganggu warga dan sudah berwarna kehijauan. Terlebih pada musim hujan turun air dapat meluap, akibat saluran tidak berjalan.
“Ini saluran harusnya segera ditutup, masalahnya itu airnya hijau, kadang ada bau, macam macam air limbah rumah tangga bercampur tidak berjalan, takutnya jadi sarang penyakit,” ucap Irham.
Irham pun berharap kepada pemerintah untuk bisa seriusi dan menindaklanjuti permasalahan saluran ini, agar para pelaksana proyek tersebut bisa segera merampungkan pekerjaan.
“Saya cuma berharap perhatian pemerintah, tolong ditindak saja, takutnya saluran ini kan jadi sumber penyakit, terlebih pertumbuhan jentik nyamuk,” tutupnya. (*)