Cagub Gorontalo
Bursa Cagub Gorontalo dari Golkar: Pengamat Singgung Elektabilitas Zainudin Amali-Idah Syahidah
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali meramaikan bursa Calon Gubernur Gorontalo dari Partai Golkar.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/130622-Funco-Tanipu.jpg)
Laporan Ronald Rampi, wartawan TribunGorontalo.com
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali meramaikan bursa Calon Gubernur Gorontalo dari Partai Golkar.
Zainudin Amali pun santer diperbincangkan publik Gorontalo. Kemunculan nama Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar ini praktis mengubah konstelasi.
Golkar yang semula punya lima figur kandidat gubernur, kini bertambah ramai jadi enam figur. Wacana terkait enam nama bakal calon gubernur dari Partai Golkar, terus bergulir.
Berbagai kalangan pun membedah dan memberikan tanggapan terkait konstalasi yang ada di tubuh partai 'beringin' Gorontalo itu.
Seperti yang diungkap pengamat sosial-politik Gorontalo, Funco Tanipu.
Menurutnya, hasil Rakerda Golkar Gorontalo yang merekomendasikan lima nama masing-masing Idah Syaidah Rusli Habibie, Roem Kono (RK), Tonny Uloli (TU), Marten Taha (MT) dan Syareif Mbuinga (SM), bukanlah sesuatu yang baku.
Sehingga tidak heran, jika belakangan muncul nama Zainudin Amali menambah daftar bakal calon gubernur tersebut.
"Artinya, politik Gorontalo itu sangat dinamis dalam melihat perubahan serta adaptif terhadap dinamika politik lokal dan nasional. Politik lokal sangat cair, apalagi Golkar yang selama ini dinamikanya juga sangat cair," ujar Funco, Senin (13/6/2022).
Menurutnya, Golkar adalah partai politik yang berpengalaman dalam menyusun strategi politik jangka panjang.
Dan pengalaman jangka panjang itulah yang membuat Partai Golkar lebih adaptif terhadap segala perubahan sosial politik Gorontalo dan nasional.
Lebih lanjut, mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Pelajar Indonesia Gorontalo (HPMIG) ini menguraikan, dari keenam nama yang menjadi bakal calon gubernur Partai Golkar, ada beberapa yang telah teruji secara elektabilitas.
"Artinya yang harus dilihat, dari enam orang yang dicalonkan Golkar, ada beberapa yang telah teruji secara elektabilitas dalam meraih suara pada kontestasi politik di level Provinsi Gorontalo, yaitu Zainudin Amali (mantan anggota DPR RI), Roem Kono (mantan Anggota DPR RI), Tonny Uloli (mantan Wakil Gubernur Gorontalo) dan Idah Syaidah Rusli Habibie (anggota DPR RI). Keempatnya pernah teruji ikut kontestasi di level provinsi," terangnya.
Bagaimana untuk Marten Taha dan Syarief Mbuinga? Funco menyatakan, kedua politisi tersebut merupakan sosok kepala daerah dan mantan kepala daerah yang dimiliki oleh Golkar Gorontalo.
"Hari ini, pak Marten adalah Walikota dua periode dan pak Syarief merupakan mantan Bupati Pohuwato dua periode. Keduanya merupakan politisi dengan popularitas dan skill politik yang teruji di level daerah masing-masing, belum teruji di level provinsi. Keduanya belum pernah mengikuti kontestasi politik secara global Gorontalo," terang Funco.
Olehnya, jika diurut berdasarkan kapasitas, kompetensi dan jejaring dari keenam nama bakal calon gubernur dari Partai Golkar, Funco menilai Zainudin Amali layak mendapatkan posisi pertama. Disusul nama Roem Kono, Tony Uloli dan Idah Syaidah. (*)