Umumkan Pensiun, Menpora Amali Berikan Jaket kepada Greysia Polii
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali turut hadir dalam acara perpisahan Greysia Polii.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/120622-Amali-Greysia.jpg)
- Tur Dunia BWF (6 gelar, 2 runner up)
- Superseries BWF (3 gelar, 6 runner up)
- Grand Prix BWF (5 gelar, 6 runner up)
Kehidupan awal
Dikutip dari wikipedia.org, Greysia Polii lahir di Jakarta dari pasangan berdarah Minahasa, Willy Polii dan Evie Pakasi. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.
Ia tinggal di Jakarta hingga ayahnya meninggal dunia saat ia berusia 2 tahun.
Greysia kemudian pindah ke Manado, tempat ia menghabiskan masa kecilnya.
Ia tertarik untuk bermain bulu tangkis akibat pengaruh dari kakaknya, dan juga dari mantan atlet bulu tangkis nasional Indonesia Deyana Lomban.
Bakat bulu tangkisnya mulai muncul ketika ia berusia enam tahun.
Pada 1995, ia dan ibunya pindah ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan bermain bulu tangkis yang lebih baik.
Ia kemudian bergabung ke klub bulu tangkis Jaya Raya Jakarta.
Ia mengidolakan Susi Susanti dan Zhang Ning.
Saat ia menjadi anggota klub, Retno Koestijah menyadari bahwa Greysia yang saat itu berusia 14 tahun memiliki bakat untuk menjadi atlet ganda.
Retno memindahkan Greysia dari pemain tunggal ke ganda.
Keputusan tersebut membuahkan hasil yang baik hingga Greysia bergabung ke tim nasional bulu tangkis pada 2003.