Pulau Saronde Gorontalo

Tarif Masuk Pulau Saronde Rp 5 Juta, Kadis Pariwisata: Gorontalo Harus Terbuka dengan Investor

Gorontalo harus membuka diri terhadap investasi. Pariwisata daerah tidak akan berkembang jika hanya dikelola pemerintah daerah.

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com
Pulau Saronde yang kini memiliki nama jual Sarode Blue Bay Divers kini tidak lagi gratis untuk wisatawan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Gorontalo harus membuka diri terhadap investasi. Pariwisata daerah tidak akan berkembang jika hanya dikelola pemerintah daerah. Termasuk pengelolaan wisata pantai di Pulau Saronde oleh investor Jerman.

Demikian tanggapan Kepala Dinas Periwisata Provinsi Gorontalo Rifli Katili kepada TribunGorontalo.com di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Sabtu (11/6/2022).

Informasi Rp 5 juta per dua orang, tiket masuk area wisata Pulau Saronde Gorontalo, sempat ramai diperbincangkan.

Kebijakan pihak ketiga itu setelah kesepakatan privatisasi. Investor Jerman akan mengelola Pulau Saronde selama 30 tahun.

"Kita harus membuka diri dengan investasi seperti itu, bisa berinvestasi dengan pihak luar negeri," ungkap Rifli di lobi hotel sehabis mengikuti agenda bersama Penjabat (PJ) Gubernur Hamka Hendra Noer dan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gorontalo.

Menurutnya, pariwisata di Gorontalo itu tidak bakal berkembang jika hanya di pegang oleh pemerintah daerah.

Harus ada campur tangan pihak investor dan beberapa Sumber Daya Manusia (SDM) lainnya.

Karena pariwisata ke depannya memiliki visi untuk bisa dilirik sampai ke kanca dunia.

"Ketika ada orang yang datang mau investasi di daerah, kita harus suguhkan dengan kelebihan-kelebihan yang ada di daerah kita," tegas Rifli.

Pulau Saronde kini mulai dikelola PT Blue Bay Divers. Tiket menginap semalam di
Pulau Saronde kini mulai dikelola PT Blue Bay Divers. Tiket menginap semalam capai Rp 5 juta rupiah (TribunGorontalo.com)

Pihak Dinas Pariwisata Provinsi telah memberikan masukan kepada Bupati Gorontalo Utara terkait destinasi premium atau private tersebut.

"Kita harus memberikan ruang kepada yang lain, seperti pulau yang ada di sekitar saronde itu bisa diakses oleh masyarakat," tegas Rifli kepada pihak TribunGorontalo.com.

Pulau-pulau sekitar Saronde tersebut relatif murah jika masyarakat ingin mengunjunginya.

Investor Jerman Anke Andree merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang menyewa Pulau Saronde, Gorontalo Utara tersebut.

Ia mengelola Pulau Saronde setelah pengelola sebelumnya dipegang oleh PT Gorontalo Alam Bahari (GAB). 

Anke pun mengaku, akan mengelola Pulau Saronde ini dengan secara profesional. Durasi kontrak dari investasi pulau ini mencapai 30 tahun atau sampai tahun 2052. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved