TikTok Rilis Fitur Baru: Pengguna Istirahat Setiap 30 Menit
Konten-konten TikTok yang beragam membuat pengguna betah berlama-lama membuka media sosial tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/100622-TikTok-2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Konten-konten TikTok yang beragam membuat pengguna betah berlama-lama membuka media sosial tersebut. Agar pengguna tidak lupa waktu, TikTok menggulirkan fitur baru.
Pengguna TikTok tak perlu khawatir lupa waktu saat scrolling di dalam aplikasi.
Fitur ini berfungsi sebagai screentime control yang akan menjadi pengingat saat pengguna membuka TikTok melebih batas waktu yang ditentukan.
Fitur ini nantinya akan menampilkan pesan pop up yang mengingatkan pengguna untuk istirahat dan mengambil waktu jeda.
Khusus untuk penguna TikTok kalangan remaja, TikTok menerapkan pengingat dalam periode tertentu.
Disebut "Schedule Breaks", opsi ini akan meminta pengguna memasang pengingat istirahat setiap 10, 20 atau 30 menit, guna meminimalisasi kecanduan aplikasi.
"Kami juga akan memperkenalkan kesejahteraan digital mingguan untuk komunitas kami yang lebih muda. Ketika seseorang berusia antara 13 - 17 tahun menggunakan aplikasi kami lebih dari 100 menit dalam sehari, kami akan mengingatkan mereka tentang alat yang membatasi waktu penggunaan (screen time), saat mereka membuka aplikasi lagi," tulis TikTok di halaman resminya, Jumat (10/6/2022).
Pengguna juga dapat memasang pengingat secara manual melalui opsi waktu yang disesuaikan, atau bahkan tidak memasang pengingat sama sekali.
Tampilan fitur pengingat waktu TikTok Selain pesan pop up, pengguna juga bisa melihat berapa lama ia menghabiskan waktu di aplikasi.
Adapun menu fitur pengingat ini akan menampilkan berapa lama pengguna menghabiskan waktu dalam aplikasi TikTok dan berapa kali mereka membuka aplikasi setiap harinya.
Tampilannya seperti grafik yang dirinci setiap hari dalam rentang seminggu.
TikTok juga menawarkan opsi notifikasi mingguan untuk mengingatkan pengguna agar rutin mengecek informasi screen time.
Jadi, pengguna bisa melakukan evaluasi ketika waktu yang dihabiskan di TikTok terbilang lama.
Selain menghadirkan fitur pengingat, TikTok juga merilis panduan kesejahteraan digital (digital well-being) guna menginformasikan potensi bahaya penggunaan aplikasi yang berlebihan.
Panduan ini diunggah di Pusat Keamanan pada situs resmi perusahaan.
Serangkaian fitur ini dirilis TikTok untuk membantu mendukung kesejahteraan digital pengguna.
Perusahaan menyebut fitur-fitur itu akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.
Fitur ini sekaligus melengkapi fitur TikTok sebelumnya yaitu Screen Time Management yang dirilis pada tahun 2020.
Fitur tersebut membantu pengguna menetapkan batasan berapa lama dirinya dapat menghabiskan waktu di TikTok setiap hari.
Fitur Avatar yang Bisa Bersuara
TikTok sebelumnya meluncurkan fitur Avatar baru di platformnya.
Seperti fitur Avatar pada media sosial lainnya, fitur ini memungkinkan pengguna membuat replika dirinya dalam bentuk animasi 3D.
Avatar tersebut kemudian dapat dibagikan ke pengguna lainnya di TikTok. Bedanya dengan avatar yang dirilis platform lain, avatar di TikTok bisa ditambahi dengan rekaman suara pembuatnya.
"Kami senang melihat orang menggunakan Avatar untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan kami terus mengeksplorasi cara untuk membawa Avatar ke lebih banyak pengalaman di TikTok," tulis TikTok dalam postingan blog.
Fitur Avatar dapat ditemukan pada menu efek kamera TikTok.
Dengan membuka kamera aplikasi dan menu efek, pengguna akan menemukan opsi "Avatar TikTok".
Klik opsi tersebut dan pengguna akan melihat template Avatar yang dapat digunakan untuk membuat Avatar dengan mudah.
Jika dirasa tidak cocok, pengguna juga bisa membuat Avatar yang dikustom dengan mengklik opsi "Baru".
Dari situ, pengguna dapat memilih berbagai gaya rambut, aksesori hingga riasan. Ada pula opsi beragam pakaian, warna kulit hingga warna dan tekstur rambut yang dapat dipilih pengguna untuk membuat avatar sendiri.
Selain visualnya, TikTok juga memungkinkan pengguna menambahkann efek suara avatar dengan merekam suaranya melalui mikrofon ponsel.
Ketika proses pembuatan avatar selesai, pengguna dapat menggunakan avatarnya untuk merekam video.
Jadi, visual yang tampil dalam video bukan gambaran asli pengguna, melainkan dalam bentuk avatar.
Kendati demikian, avatar akan meniru gerakan yang ditampilkan pengguna saat merekam video.
Dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Rabu (8/6/2022), avatar di TikTok diluncurkan untuk semua pengguna secara global.
Namun pantauan KompasTekno, fitur tersebut belum tersedia di Indonesia.
Tampaknya fitut avatar TikTok akan tersedia secara bertahap.
TikTok ke depannya juga akan menyediakan opsi avatar mini yang dapat ditambahkan ke video.
Ketika disematkan ke video, ukuran avatar mini dapat disesuaikan dan ditempatkan di mana saja sebagaimana stiker di Instagram.
Menariknya ekspresi dari avatar mini dapat disesuaikan, sesuai dengan macam-macam ekspresi yang disediakan TikTok.
Fitur avatar sebenarnya sudah diadopsi cukup lama oleh perusahaan media sosial seperti Snapchat, Facebook dan terbaru Instagram.
Di Snapchat, fitur ini disebut sebagai Bitmoji dan sudah tersedia sejak tahun 2016. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TikTok Rilis Fitur Baru agar Pengguna Tidak Lupa Waktu"