Kamis, 5 Maret 2026

Sekjen PDIP Sindir Manuver Elite Politik Menuju Pemilu 2024

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak tergoda dengan manuver-manuver dari elite politik menjelang Pemilu 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Sekjen PDIP Sindir Manuver Elite Politik Menuju Pemilu 2024
Tribunnews
Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak tergoda dengan manuver-manuver dari elite politik menjelang Pemilu 2024.

"Jadi kita tidak tergoda. Bagi mereka yang belum-belum sudah melakukan, istilahnya gerakan bebas, gerakan tambahan untuk 2024. Karena setiap hari kami menyiapkan diri dalam konsolidasi," kata Hasto saat acara sekolah Kader Perempuan di Kantor Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2022).

Menurut Hasto, parpolnya bergerak ke bawah bersama aparatur pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin guna membantu rakyat.

Hal tersebut, kata dia, seusai dengan arahan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Melakukan konsolidasi dalam kehidupan partai dan PDIP bergerak ke bawah membantu rakyat agar berbagai dampak akibat pandemi, oleh campur tangan PDI Perjuangan bersama pemerintah Pak Jokowi dengan Maruf Amin, dapat segera diselesaikan," ujar Hasto.

Hasto menjelaskan, satu di antara konsolidasi internal yang dilakukan adalah dengan menggelar Pembukaan Pendidikan Kader Perempuan Tingkat Nasional 2022.

Nantinya, kata dia, kader perempuan PDI Perjuangan bisa memahami cara berorganisasi yang mengedepankan kepentingan rakyat setelah digelarnya kegiatan hari ini.

"Bukan cara-cara individual, bukan dengan cara-cara manuver elite saudara-saudara sekalian. Sikap manuver kita adalah manuver kerakyatan, manuver yang bergerak ke bawah," lanjut dia.

Pria kelahiran Yogyakarta itu kemudian menyebut urusan Pilpres 2024 bagi PDI Perjuangan diserahkan sepenuhnya kepada Megawati Soekarnoputri.

"Mandatnya ada dan terbukti 2014, 2019 melahirkan kepemimpinan Pak Jokowi yang mampu membawa kemajuan bagi indonesia raya," ungkap Hasto.

Hasto Sebut Ada yang Syaratnya Belum Cukup Tapi Bergerak Lincah

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut ada yang secara persyaratannya belum cukup namun bergerak lincah.
Hal itu disampaikan Hasto saat acara Pendidikan Kader Perempuan Tingkat Nasional, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2022).

Hasto mengatakan, hal tersebut berbeda dengan PDIP sesuai arahan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yakni bergerak ke bawah.

"Politik tidak berada di awang-awang sehingga untuk mencalonkan saja persyaratan belum cukup lalu bergerak lincah," kata Hasto.

Menurutnya, seharusnya gerakan itu ke bawah dengan berlomba-lomba mendidik rakyat.

"Harusnya gerakan itu ke bawah dengan mendidik rakyat dengan berlomba-lomba mendidik rakyat bergerak ke bawah," ujarnya.

Hasto menjelaskan, PDIP seusai arahan Megawati ikut membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf agar persoalan pandemi segera diselesaikan.

"Membantu rakyat agar berbagai dampak akibat pandemi oleh campur tangan PDIP bersama pemerintah Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin dapat segera diselesaikan," ungkapnya.

Sementara, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menuturkan kader perempuan PDIP ditargetkan ikut memenangkan pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Djarot mengatakan, pendidikan kader perempuan itu digelar sebagai proses menuju partai pelopor yang menjadikan kader sebagai salah satu elemen partai.

"Agar partai siap tidak hanya kader lelaki namun juga kader perempuan, berani dan sanggup memenangkan Pemilu, Pilpres, Pilkada 2024," kata Djarot.

Selain itu, kata dia, melakukan pendidikan kader ini juga diharapkan kader perempuan dan laki-laki bersama-sama memenangkan PDIP tiga kali berturut-turut dalam Pemilu.

"Bersama-sama mewujudkan PDIP untuk tiga kali menang Pemilu secara berturut-turut," ujar Djarot.

Menurut Djarot, pendidikan kader ini juga penting unt belajar tentang aplikasi ideologi Pancasila 1 Juni 1945, kepemimpinan, komunikasi publik, Perumusan Program dan Kebijakan yang berpihak pada keseteraan gender maupun berbagai tantangan perempuan di masa mendatang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, PDIP ikut memperjuangkan kesetaraan gender dalam politik.

Hal tersebut, kata dia, dilakukan dengan cara mendorong dan menguatkan partisipasi, keterlibatan, dan pendidikan politik kaum perempuan secara lebih luas dalam kegiatan kepartaian.

Lalu, penggemblengan dan penguatan jiwa, karakter, dan spirit politik kebangsaan, sesuai dengan cita-cita bapak bangsa Bung Karno.

"Di era abad informasi digital, partai dan kader perempuan dituntut harus mampu berinovasi dan berkreasi dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun pola pikir positif-konstruktif serta mampu menjawab tantangan zaman," ungkap Djarot. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sindir Manuver dari Elite Politik Menuju Pemilu 2024, Hasto PDIP: Kami Tak Tergoda

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved