Sabtu, 14 Maret 2026

Padebuolo Ditinggal Bunda Rina

Gagal Move On, Seribu Warga Padebuolo Tanda Tangani Petisi Penolakan Mutasi Lurah Rina

Massa yang didominasi oleh emak-emak itu, datang menuntut satu hal; batalkan mutasi Lurah Padebuolo, Rina Tahir. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Gagal Move On, Seribu Warga Padebuolo Tanda Tangani Petisi Penolakan Mutasi Lurah Rina
TribunGorontalo.com
Agung Datau, orator dalam aksi pagi tadi, Kamis (9/6/2022). Massa yang didominasi oleh emak-emak itu, datang menuntut satu hal; batalkan mutasi Lurah Padebuolo, Rina Tahir. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Warga Padebuolo ramai-ramai mendatangi aula rumah jabatan Wali Kota Gorontalo pagi tadi, Kamis (9/6/2022). 

Massa yang didominasi oleh emak-emak itu, datang menuntut satu hal; batalkan mutasi Lurah Padebuolo, Rina Tahir

Mereka membawa selebaran penolakan. Serta spanduk bertuliskan "Kami Komunitas Pemuda Padebuolo, Menolak Pergantian Lurah Padebuolo". Spanduk itu dicetak dalam ukuran besar, kira-kira 1x2 meter. 

"Dalam bahasa gaulnya kami ini gagal move on," demikian kata Agung Datau, orator aksi pada pagi itu. 

Memang, aksi itu memantik perhatian warga. Juga para abang bentor yang lewat di kawasan itu. Sebab, emak-emak berpakaian seragam, teriak sambil sambil menangis. 

Tidak cuma emak-emak, pantauan TribunGorontalo.com, juga ada bapak-bapak, serta anak muda dan bocah-bocah yang ikut aksi itu. 

Meski tidak diikuti oleh seluruh warga Padebuolo, namun Agung mengklaim bahwa dirinya membawa suara seluruh warga Padebuolo. 

Ia pun menunjukan petisi penolakan yang dibumbui seribu tanda tangan warga.

“Ini kami bawa seribu tanda tangan. Ini meminta agar ti bunda (Rina) bertahan di situ (Padebuolo),” ungkap Agung dari mobil komando. 

Begitu tahu jika tuntutannya tidak mungkin dikabulkan, namun ia meminta agar pemerintah berlakukan masa transisi. 

Artinya, lurah yang baru tidak segera bertugas. Namun ada masa transisi dengan melepas pelan-pelan. 

Sebab, risikonya adalah para aparat kelurahan bisa saja meminta mundur dari jabatan.

“Itu yang saya minta. Jangan langsug ada lurah Padebuolo. Jangan dulu ada itu. Itu saja,” tutup Agung sambil memohon pamit. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved