7 Faktor Semakin Berilmu Seseorang, Semakin Sedikit Teman
Jika dahulu saat usia belasan tahun, kita pernah berpikir pergaulan yang sempurna itu memiliki teman yang banyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-pertemanan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Jika dahulu saat usia belasan tahun, kita pernah berpikir pergaulan yang sempurna itu memiliki teman yang banyak.
Tapi kok makin dewasa, justru teman kita makin sedikit.
Padahal bila ditengok ke belakang, kita bahkan memiliki puluhan teman. Kemana kah mereka sekarang?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita mesti tahu dahulu, apa penyebab seseorang yang dewasa justru memiliki sedikit teman.
Tak dapat dipungkiri bahwa semakin banyak ilmu seseorang, circle (lingkaran) pertemanannya semakin kecil.
Menurut Abdi Suardin, ada 7 faktor membuat orang berilmu hanya memiliki teman sedikit.
1. Orang cerdas lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas
Semakin cerdas seseorang, harapannya semakin menumpuk.
Nah, harapan-harapan ini tentu tidak selalu diemban sendirian.
Dia butuh teman untuk berbagi, bahkan mungkin kolaborasi.
Namun ketika dia ingin bertemu teman-temannya, obrolan penting semacam itu justru jarang ditanggapi atau menarik perhatian mereka.
Itu sebabnya, semakin berilmu seseorang, dia lebih suka memilih teman.
2. Mulai menghindari konflik dan drama
Secara naluri, kamu akan meminimalisir konflik dengan orang-orang di sekitarmu.
"Kan malas berteman dengan orang-orang yang hobinya nusuk dari belakang," kata Abdi, dikutip TribunGorontalo.com dari kanal youtube Abdi Suardin, Senin (6/6/2022).
Makin cerdas seseorang, maka dia akan cenderung menjauhi orang penuh drama, dan lebih suka mendekati teman yang memiliki impact positif dalam hidupnya.
3. Butuh penyaluran energi ke hal-hal lain