Pengemis Kaya Gorontalo
Cerita Kakak Kandung Pengemis Kaya: Saya Sebenarnya Kasihan dengan Upin
Endang, Saudari kandung dari Lutfi Haryono si pengemis kaya yang memiliki dana sebesar ratusan juta, turut membagikan kesaksian atas adik kandungnya
TRIBUNGORONTALO.COM - Endang, Saudari kandung dari Lutfi Haryono si pengemis kaya yang memiliki dana sebesar ratusan juta rupiah, turut membagikan kesaksian atas adik kandungnya itu, di kantor Kelurahan Ipilo.
Diketahui, Lutfi mengakui uang hasil mengemis itu diberikan untuk biaya renovasi rumah ibunya di Kelurahan Ipilo.
Kata Endang, sebelum viralnya Lutfi Haryono di linimasa akun sosial media, sebulan sebelumnya, ia dan suami sedang merenovasi rumah menggunakan uang pribadi mereka.
“Kesaksian Lutfi di kantor kelurahan itu bohong. Sebab orang ini miliki gangguan kejiwaan. Hasil ngemis itu kita tidak tau menahu. Uangnya setahu kami, disimpannya di rekening pribadinya. Jangankan dihibahkan untuk rumah, diberi uang 5 ratus rupiah saja tidak ada,” tutur Endang.
Dirinya mengungkapkan, sosok Lutfi di kalangan keluarga itu semua orang tahu.
"Dia orang yang sedikit terganggu kejiwaannya, selain itu juga dia orang yang dinilai tidak percaya kepada siapapun. Sehingga uang yang didapatkan hasil mengemis itu, kalau bukan disimpan di rekening, yah disimpan di tasnya dan digantungkan pula di dadanya," ucap Endang.
Sehingga, dia menegaskan, apa yang disampaikan Lutfi kepada pihak kelurahan itu tidak benar adanya.
"Jangankan uang, katanya makanan yang diberikan oleh masyarakat saja itu, disimpan di dalam kamarnya. Bahkan tak pernah dibagikan ke keluarga hingga membusuk," tuturnya.
“Makanan yang diberikan oleh masyarakat itu langsung dibawa ke kamarnya, kami akan tahu jika saat mau membersihkan kamarnya, ternyata banyak makanan yang membusuk hingga dipenuhi ulat,” imbuhnya.
Sebelum pemerintah kelurahan mengundangnya, Lutfi sempat menyampaikan kepada Endang, jika pihak kelurahan bertanya uang itu dibuat apa, dirinya mengatakan untuk perbaikan rumah. Sontak hal itu mengundang emosi Endang.
"Tapi apalah daya, kalimat itu pun disampaikan Lutfi saat diwawancarai pihak kelurahan, yah mau dibantah juga, tidak ada gunanya sebab dia gila. Biarlah orang berkata apa,” ungkapnya.
Kepada TribunGorontalo.com, Endang mengatakan uang hasil mengemis itu ditabungnya di rekening miliknya, setelah sebulan ditabung, uang itu kembali ditarik dan disimpan di dalam tas yang selalu dibawanya ke manapun dia pergi.
“Saya sebenarnya kasihan dengan Upin. Uang yang dikumpulkan selama berbulan-bulan, jika dirasa sudah banyak pasti ditarik tunai, dan disimpan di tas gandengnya. Setelah itu, pasti dicuri lagi oleh orang,” tuturnya.
Saudari perempuan itu mengatakan, sosok Lutfi juga terkadang jahil dengan orang lain.
Dia mengisahkan, pernah suatu saat Lutfi alias Upin bertolak dari Telaga ke rumah, dia menumpang becak motor (bentor). Setelah perjalanan cukup jauh itu, pengemudi bentor hanya dibayar Rp 2 ribu oleh Upin. Tentu perilaku tersebut membuat pengemudi naik pitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/03062022_Lutfi-si-Pengemis-Kaya_Lutfi-Haryono.jpg)