Rabu, 4 Maret 2026

Hillary Lasut Tawarkan Fahri Sekolah Hukum di Jerman

Fahri Fadilah Nur Rizki akhirnya diterima dengan lapang dada dinyatakan tidak penuhi syarat ikut pendidikan Bintara Polri.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Hillary Lasut Tawarkan Fahri Sekolah Hukum di Jerman
Tribun Manado
Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Fahri Fadilah Nur Rizki akhirnya diterima dengan lapang dada dinyatakan tidak penuhi syarat ikut pendidikan Bintara Polri.

Setelah isu kegagalannya masuk Bintara Polri sempat disuarakan anggota DPR dari Nasdem Hillary Brigitta Lasut, Fahri menerima keputusan Supervisi Polri.

Setelah tak lolos, Fahri mengaku mendapat tawaran sejumlah beasiswa salah satunya dari Hillary ketika bertemu beberapa waktu lalu. Salah satu beasiswa yang ditawarkan Hillary adalah S1 jurusan ilmu kedokteran di salah satu universitas di Jerman.

"Ibu Hillary itu banyak banget nawarin saya beasiswa, salah satunya beasiswa ke Jerman jadi dokter S1. Itu full biayanya ditanggung sama Ibu Hillary," kata Fahri dalam keterangannya, Minggu (5/6/2022).

Fahri yang sebelumnya sangat berharap agar bisa diterima menjadi siswa Bintara Polri, nampaknya telah legowo. Pria berusia 21 tahun itu, mengaku jika keinginannya lebih cenderung untuk menjadi mahasiswa ilmu hukum.

Ia juga bercita-cita menjadi seorang advokat agar bisa membantu banyak orang yang tersandung masalah hukum. Terlebih, ia ditawari langsung beasiswa ini juga oleh Hillary, namun untuk kampus dalam negeri.

"Saya sebetulnya pengen jadi mahasiswa hukum. Kebetulan Ibu Hillary juga nawarin beasiswa di dalam negeri kampus hukum. Dia kasih saya waktu 3 hari buat berpikir mau ambil di dalam negeri atau di luar negeri," ucap Fahri.

Baca juga: Update Cerita Fahri, Hasil Tes Mata Belum Penuhi Syarat, Kini malah Ditawari Sekolah di Luar Negeri

Di luar pendidikan itu, Fahri mengaku sebetulnya masih berharap bisa masuk ke institusi kepolisian. Selain itu, dia juga masih punya keinginan kuat mengabdi ke negara dengan masuk ke sekolah kedinasan. Tapi, dia merasa kecil hati bisa lolos seusai viral di media sosial dan hasil kesehatannya menunjukkan bahwa ia mengidap buta warna parsial.

Viral kasus gagalnya Fahri Fadillah Nurizky menjadi buah bibir usai diviralkan nggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut. Setelah sepekan isu itu mengemuka, Hillary menyebut bahwa hasil tes Fahri cukup beralasan sehingga dinyatakan gagal karena mengalami buta warna parsial.

Tidak mengurangi rasa empatinya, Hillary pada akhirnya menerima hasil pemeriksaan Fahri yang ternyata belum memenuhi syarat untuk dapat lolos menjadi Polri.

Menurut Hillary, mungkin keputusan yang dipilih tim penyeleksi anggota Polri untuk tidak meloloskan Fahri adalah keputusan yang tepat. Hal ini karena tak lain untuk keselamatan Fahri sendiri.

"(Hasil pemeriksaan menyatakan Fahri) belum memenuhi syarat dan standart kepolisian untuk mengijinkan ia turun lapangan karena masih terlihat agak berpikir keras ketika diminta menjawab walaupun jawabannya benar."

"Saya rasa saya bisa menangkap kenapa demi keselamatan Fahri sendiri polri mungkin menangguhkan kelulusan Fahri," terang Hillary yang dikutip dari Instagram @hillarybrigitta, Jumat (3/6/2022).

Dalam postingan terbarunya di Instagram, Hillary mencoba mengurangi rasa kekecewaan pada diri Fahri. Hal itu dibuktikan dengan menawarkan program beasiswa untuk Fahri di luar negeri.

Pasalnya Fahri adalah anak yang pintar dan memiliki kemampuan secara akademisi.

"Setelah bertemu dengan Fahri dan keluarga, saya melihat anak ini punya potensi yang sangat besar dan benar-benar cerdas.

"Sehingga saya berkomitmen untuk merekomendasikan Fahri sekiranya ia tidak berhasil dikembalikan posisinya (lolos seleksi anggota Polri), ia dapat memperoleh beasiswa lanjutan study di luar negeri dan membuka selebar mungkin kesempatan baginya untuk bisa meraih masa depan," ujar Hillary.

Atas terbukanya kasus ini, Hillary mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memberikan bukti-bukti yang nyata selama pemeriksaan.

Hillary Brigita Lasut suarakan pemuda gagal masuk Polri
Hillary Brigita Lasut suarakan pemuda gagal masuk Polri (Instagram @hillarybrigitta)

Tak Memenuhi Syarat Kesehatan

Polemik penerimaan siswa Bintara Polri 2021 atas nama Fahri Fadillah Nurizky masih menjadi buah bibir.

Terbaru, Fahri terus memperjuangkan nasibnya dengan membeberkan hasil diagnosa dari dua rumah sakit berbeda terkait permasalahan pada matanya yang didiagnosa mengidap buta warna parsial.

Meski begitu, Polda Metro Jaya tetap pada hasil supervisi Mabes Polri yang menyatakan Fahri tak bisa mengikuti pelatihan Bintara di SPN Polri, Lido, Sukabumi.

Hasil supervisi itu menyatakan Fahri tidak memenuhi syarat dikarenakan pada tahap pemeriksaan kesehatan, dirinya didiagnosa mengidap buta warna parsial.

"Jadi, hasil tim dokter untuk menentukan kesehatan mata yang bersangkutan hasilnya adalah buta warna parsial," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Kamis (2/6/2022).

Menurut Zulpan, keputusan Polda Metro Jaya itu bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan SDM dan Biddokkes Polda Metro Jaya.

Menurutnya, hasil tes yang dilakukan oleh tim dokter sesuai dengan metode saintifik dan kode etik kedokteran di Polda Metro Jaya.

"Sikap Polda Metro Jaya sampai hari ini kami tidak mengubah keputusan," terang Zulpan.

Zulpan kembali menkelaskan bahwa Fahri telah mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri di Polda Metro Jasa sebanyak tiga kali.

Hasilnya, Fahri tidak memenuhi syarat karena alasan medis yang sama, yakni buta warna parsial.

Pada seleksi penerimaan anggota Polri 2021, Fahri dinyatakan lulus tes gelombang pertama.

Ia menempati ranking 35 dari 1.200 peserta.

Namun, impiannya sirna lantaran pada tahap supervisi dari Mabes Polri ditemukan permasalahan kesehatan di kedua matanya.

"Berdasarkan Surat Mabes Polri, sebelum peserta mengikuti pendidikan ada kegiatan supervisi terhadap peserta yang dinyatakan lulus," kata Zulpan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Impian Menjadi Bintara Polri Pupus, Fahri Kini Berkeinginan Sekolah Hukum di Jerman

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved