Libur Weekend, Bocah Leato Berburu Dingodingo Gorontalo di Pesisir Teluk Tomini
Dua sungai utama di ibu kota Provinsi Gorontalo, utara bawah kepala pulau Sulawesi, adalah habitat Dingodingo, kerang kecil khas Gorontalo.
Penulis: Thamzil Thahir |
Kerang jenis steamers atau Ipswich dengan marga Mya Arenaria.
Kerangnya bulat lonjong dan agak sedikit tipis dan ringan.
Cara pengolahannya sederhana.
Dicuci bersih dua kali, sebelum ditanak dengan air bergaram.
Untuk hidangannya ditumis dengan cabe, serai dan bawang putih. Ada juga yang menggorengnya dengan saus rica atau woku.
Banyak juga mengolahnya jadi adonan amis kuliner sayuran.
Kuliner Dungodungo adalah satu dari belasan kuliner olahan kerang khas Gorontalo.
Restoran atau warung makan sepanjang jalan poros Dumbo Raya, Kampung Bugis, Leato hingga jalur tebing wisata kaki Gunung Bulawa, juga banyak menyajikan kuliner kerang.
Jalur gugus pantai Tamendao juga akses ke timur kawasan Taman Nasional Nani Wartabone. Tak jauh dari kampung nelayan ini, ada kawasan cagar budaya Menara Suar Leato.
Sekitar 2.1 km dari kampung adalah kawasan strategis nasional, Pelabuhan Kelas IV Port of Gorontalo. Di seberang muara, kawasan penampungan BBM milik Pertamina.
Di Leato, Orangtua dan sanak famili sudah akrab dengan kehidupan muara sungai.
Sama akrabnya dengan pantai dangkal berbatu, dan laut dalam Teluk Gorontalo dan Teluk Tomini.
Kawasan pantai ini juga tempat tambatan perahu mesin tempel dan kapal pemancing ikan.
Kerang bercangkang keras (mercenaria mercenaria) juga banyak ditemukan di gugus pantai dua teluk ini, Gorontalo dan Tomini.
Teluk Tomini adalah teluk terbesar di Indonesia. Luas perairan ± 137.700 km2.