Proyek Jalan Nani Wartabone Gorontalo
Gara-gara Proyek Jl Nani Wartabone, Geprek Bensu Kehilangan Pembeli
Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE. Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/30052022_Geprek-Bensu_Proyek-Nani.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemilik franchise Geprek Bensu mengeluh. Pembeli kini tak melirik menu andalan di restoran tersebut.
Proyek bernilai miliaran rupiah itu memang kini dalam tahap pengerjaan. Namun, progress-nya mandek.
Sudah beberapa bulan, belum ada perubahan berarti. Pengerjaan masih sebatas pencetakan gorong-gorong.
Kendati, otoritas proyek itu sudah melakukan peletakan batu pertama pada akhir Desember 2021.
Ferdy Liberty, pemilik usaha ayam geprek bensu memang mendukung pembangunan itu. Apalagi manfaatnya besar untuk masyarakat.
Namun pengerjaanny mesti diperhatikan. Jangan berlarut-larut.
Dampak proyek itu justru mengulang apa yang dilakukan pandemi Covid-19; melumpuhkan ekonomi.
Proyek Jalan Nani Wartabone meliputi perbaikan pedestrian, median, serta drainase atau saluran air.
Namun, sejauh ini saluran itu sudah tergenang air.
Hanya ada pembatas di beberapa lokasi saja. Karena itu menurut Ferdy, kondisi itu membahayakan.
"Saluran ini berbahaya sekali seharusnya pihak pelaksana memberikan tanda atau pembatas, jangan sampai seperti kejadian yang di indomaret itu, " ungkap Pemilik Geprek Bensu.
Ferdy mengeluhkan, daya beli masyarakat menurun.
Karena saluran drainase yang besar, tidak sesuai dengan jembatan penyeberangan yang kecil.
Belum ditambah abu yang beterbangan, sangat mengganggu pengunjung.
"Baik ini saluran tapi kalau bisa jangan dibiarkan seperti ini, pasalnya bau dari selokan tersebut sangat mengganggu pengunjung yang ada,” tegas dia.
Karena tak ada pembeli, maka pendapatan menurun. Omset tak seperti dulu.
Ia pun berharap, pekerjaan ini bisa dipertanggung jawabkan.
Hal senada diungkapkan Mohamed Un, pengemudi kendaraan online. Ia mengaku keberatan jika menerima orderan dari wilayah Jalan Nani Wartabone.
"Siksa kalau mau dapat orderan di sini, kadang ada tempat makan yang tidak buka. Ya karena itu, abu dari pengerjaan jalan sangat mengganggu pengguna jalan," kata dia, singkat.
Proyek Jl Nani Wartabone dikerjakan sejak 31 Desember 2021. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.
Namun, dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, pemenang berkontrak adalah PT Mahardika Permata Mandiri, perusahaan yang berkantor di Jalan Medan Banda Aceh. Harga penawaran yang diajukan Rp 23,9 miliar.
Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE. Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021.
Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta.
Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.
Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.(*)