Hasto Sebut Tak Ada Keretakan PDI-P dan Ganjar: Gerindra Rapatkan Barisan

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa hubungan PDI-P dan Gubernur Jawa Tengah.

Editor: Lodie Tombeg
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai Senam Sicita di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa hubungan PDI-P dan Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader, Ganjar Pranowo, baik-baik saja. Dia memastikan tak ada keretakan dalam relasi PDI-P dan Ganjar.

"Renggang, jauh, dekat itu kan persepsi, suatu skenario politik yang digalang pihak lain," kata Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto ditemui di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Isu keretakan muncul setelah Ganjar selalu disebut sebagai salah satu calon presiden dengan elektabilitas relatif tinggi dalam sejumlah survei. Hasto mengatakan, Ganjar justru menjadi gubernur berkat proses kepemimpinan di PDI-P.

Ia memberikan contoh hasil proses kepemimpinan PDI-P yang menjadi gubernur tidak hanya Ganjar, melainkan juga ada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Diketahui, Olly juga sama seperti Ganjar yang juga kader PDI-P. Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa Ganjar pun ikut dalam rangkaian acara Festival Kopi Tanah Air yang digelar PDI-P hari ini secara virtual.

Menurutnya, hal ini menegaskan bahwa tak ada persoalan antara PDI-P dan Ganjar.

"Tadi seluruh gubernur PDI-P ikut laporan dari kepala sekretariat pak Koster ikut, pak Olly Dondokambey ikut pak Ganjar juga ikut," ucapnya.

Selain itu, Hasto juga menjawab ketika ditanya soal banyaknya elemen komunitas mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar untuk maju sebagai capres.

Menurut Hasto, semua keputusan akan diputuskan Megawati Soekarnoputeri selaku Ketum PDI-P.

"Di dalam demokrasi ini kan mereka-mereka rakyat komunitas bisa menyampaikan aspirasinya. Tetapi dalam konstitusi partai ibu Megawati yang mempertimbangkan dengan jernih bahwa yang kita cari seorang pemimpin, seorang pemimpin yang berani tanggungjawab berani memikul beban yang tidak ringan," pungkas Hasto.

Dasco Minta Gerindra Kencangkan Barisan

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai, pernyataan yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada saat kegiatan rakernas relawan Pro Jokowi (Projo) merupakan hal yang wajar.

Dalam kegiatan tersebut, Jokowi memberikan kode bahwa boleh jadi tokoh yang akan dijagokan oleh Projo untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024 turut hadir dalam acara rakernas tersebut.

"Apa yang disampaikan Pak Presiden kita juga sudah. Kami lebih dalam. Dan tidak ada sesuatu yang luar biasa," kata Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/5/2022). Meski begitu, Wakil Ketua DPR itu juga meminta agar kader Gerindra tetap bersatu menanggapi hal itu.

"Saya pikir kami tetap mengimbau kepada kader Gerindra seluruh indonesia untuk tetap mengencangkan barisan dan bekerja seperti biasa," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi selaku Ketua Dewan Pembina Projo meminta organisasi sukarelawan pendukungnya itu agar tidak terburu-buru memberikan dukungan untuk kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Jokowi menilai, ada beragam persoalan seperti ketidakpastian akibat pandemi maupun kenaikan harga yang semestinya lebih dahulu diselesaikan sebelum membicarakan urusan politik.

"Yang berkaitan dengan politik, yang ketiga, karena kita harus fokus dan bekerja menyelesaikan persoalan-persoalan tadi, yang ketiga, urusan politik ojo kesusu sik (jangan buru-buru dulu)," kata Jokowi saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional V Projo, dikutip dari akun YouTube Palti West, Sabtu (21/5/2022).

Jokowi pun menekankan bahwa dinamika politik saat ini belum begitu jelas karena partai-partai politik pun belum memutuskan tokoh yang akan diusung sebagai calon presiden pada 2024 mendatang.

Oleh karena itu, menurut Jokowi, Projo semestinya bersabar agar tidak keliru mengambil sikap dalam menghadapi Pilpres 2024.

"Partai apa mencalonkan siapa belum jelas sehingga jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Setuju kita sabar? Setuju kita tidak tergesa-gesa dulu?" ujar Jokowi diikuti sorakan 'setuju' dari para hadirin.

"Kalau sudah menjawab seperti itu saya jadi enak. Tapi kalau desak-desak saya, saya nanti keterucut (kelepasan). Sekali lagi, ojo kesusu disik (jangan terburu-buru dulu)," kata Jokowi.

Di tengah pidatonya itu, Jokowi juga sempat memberikan kode bahwa boleh jadi tokoh yang akan dijagokan oleh Projo untuk maju sebagai calon presiden turut hadir dalam acara rakernas tersebut.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara ini antara lain Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

"Jangan tergesa-gesa. Jangan tergesa-gesa. Meskipun, meskipun, mungkin yang kita dukung ada di sini," kata Jokowi. Pernyataan itu lantas disambut sorak-sorai relawan Projo.

Merespons itu, Jokowi kembali mengingatkan agar para relawan tidak tergesa-gesa. "Sudah dibilang jangan tergesa-gesa, ojo kesusu. Ini mau tergesa-gesa ini kelihatannya," ujar dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasto Pastikan Tak Ada Keretakan antara PDI-P dan Ganjar Pranowo"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved