Konflik Rusia vs Ukraina

Bahas Ukraina hingga Singgung Multilateralisme, Ini Kata Menlu Retno

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi membahas situasi Ukraina hingga menyinggung mekanisme.

Editor: Lodie Tombeg

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta – Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi membahas situasi Ukraina hingga menyinggung mekanisme multilateralisme saat melakukan pertemuan dengan Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina J Mohammed dan Presiden SMU PBB Abdulla Shahid.

Pertemuan dilakukan usai Pembukaan 7th Session of Global Platform on Disaster Risk Reduction (GPDRR), Bali, Rabu (25/5/2022).

Menlu RI kembali tekankan prinsip posisi Indonesia yang konsisten mengenai pentingnya setiap negara menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain.

Selain itu, Menlu RI sampaikan kekhawatiran mengenai belum terciptanya enabling environment bagi penyelesaian damai melalui negosiasi.

“Menjadi tanggung jawab semua untuk berkontribusi agar enabling environment tersebut dapat segera tercipta sehingga negosiasi penyelesaian damai dapat berlangsung dan membawa hasil baik,” ujarnya dalam pernyataan hari Rabu.

Menlu RI juga sampaikan multilateralisme mendapatkan tantangan besar dengan terjadinya perang di Ukraina.

Pendekatan unilateralisme semakin mengemuka. Pendekatan “take it or leave it" dalam berbagai pembahasan draft resolusi baik di PBB maupun Organisasi Internasional lainnya juga semakin sering terjadi.

Menlu RI harapkan PBB dapat terus bekerja menjaga mekanisme multilateralisme bekerja dengan baik bagi semua negara anggotanya.

Dalam pertemuan dengan Deputi Sekjen PBB juga dibahas mengenai kerja Champion Group of the Global Crisis Response Group (GCRG), dimana Presiden RI menjadi salah satu anggota.

GCRG dibentuk oleh Sekjen PBB pada 14 Maret 2022 untuk melakukan koordinasi antar badan PBB, merumuskan aksi untuk atasi krisis pangan, energi dan keuangan.

Adapun pembentukan Champions Group diharapkan dapat memastikan adanya kepemimpinan politis dan koordinasi tingkat politis, dan membantu mendorong implementasi dari berbagai usulan solusi, strategi dan aksi dari GCRG.

Dibahas pula mengenai dampak perang terhadap dunia, termasuk ancaman krisis pangan dan energi, terutama di negara least developed countries.

Dengan situasi seperti ini, dikhawatirkan pencapaian Sustainable Development Goals akan semakin jauh dari target.

“Dalam pertemuan dengan Presiden Majelis Umum PBB, beliau sampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia di G20,” ujarnya.

Ditengah tantangan yang sangat besar, sampai saat ini Indonesia masih dapat membuat G20 bekerja.

Dalam dua pertemuan terpisah tersebut, kedua pejabat PBB kembali sampaikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia menangani pandemi Covid-19.

Kemlu RI mencatat, pertemuan GPDRR ini merupakan salah satu pertemuan terbesar yang dihadiri secara fisik di masa pandemi.

Apresiasi yang sama juga disampaikan atas keberhasilan Indonesia membangun ketahanan nasional dalam menghadapi bencana.

Zelensky: Ukraina Tidak akan Serahkan Tanahnya

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ia tidak akan menyerahkan tanah negaranya sebagai imbalan berakhirnya perang dengan Rusia.

Dilansir Independent, negosiasi damai tidak dapat dilanjutkan sampai Rusia menunjukkan kesediaannya untuk memindahkan pasukan dan peralatannya kembali ke posisi sebelum 24 Februari, yaitu sebelum Vladimir Putin memerintahkan invasi, kata Zelensky dalam pidato video di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Rabu (25/5/2022).

Zelensky mengatakan dia hanya bersedia membahas diakhirinya perang dengan berbicara kepada Putin sendiri dan tidak melalui perantara.

Ia menambahkan bahwa jalan keluar diplomatik dari konflik ini memungkinkan jika presiden Rusia memahami kenyataan.

Ditanya apakah mungkin untuk merundingkan penghentian konflik, Zelensky mengatakan:

"Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah kami."

"Kami berjuang di negara kami, di tanah kami."

"Perang sedang diperjuangkan untuk tanah kami, untuk kebebasan kami, untuk kemerdekaan kami, dan untuk masa depan kami," tambahnya.

Pembicaraan selama berbulan-bulan antara negosiator Ukraina dan Rusia hanya menghasilkan sedikit kemajuan, di antaranya berupa kesepakatan tentang koridor kemanusiaan.

Namun kesepakatan itu pun sering diabaikan oleh Rusia.

Negosiator utama Moskow Vladimir Medinsky mengatakan pada hari Minggu bahwa Rusia siap untuk melanjutkan pembicaraan damai.

Tetapi "persiapan serius" diperlukan sebelum para presiden dapat bertemu, menurut kantor berita milik negara Rusia, Tass.

"Para kepala negara harus bertemu untuk mencapai kesepakatan akhir dan menandatangani dokumen, tetapi tidak untuk mengambil foto," katanya seperti dikutip Tass.

Di sisi lain, diskusi pembicaraan damai justru menimbulkan keretakan di Uni Eropa.

Beberapa negara anggota berusaha untuk menggiring blok tersebut ke arah sikap yang lebih "berdamai" dengan Rusia.

Italia, Hongaria dan Siprus mendesak Uni Eropa untuk menyerukan gencatan senjata dan negosiasi antara negara-negara yang bertikai.

Negara-negara tersebut menempatkan diri mereka bertentangan dengan negara-negara anggota lain yang bertekad untuk tetap berpegang pada pendekatan agresif dengan Moskow menjelang KTT Dewan Eropa minggu depan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, juga berbicara di Davos pada hari Selasa (24/5/2022).

Ia mengatakan Ukraina harus memenangkan perang, tanpa menyebutkan pembicaraan damai.

Sementara itu, Rusia mengisyaratkan mungkin siap untuk mengakhiri blokade pelabuhan Ukraina yang telah memicu kekhawatiran krisis pangan global.

Wakil menteri luar negeri Rusia Andrei Rudenko dikutip oleh Interfax mengatakan bahwa Mosocw siap untuk menyediakan jalur kemanusiaan yang diperlukan untuk barang-barang yang meninggalkan Ukraina di Laut Hitam.

Meski begitu, pertempuran di Donbas berlanjut pada hari Rabu (25/5/2022).

Pasukan Rusia meningkatkan serangan mereka di dua kota utama di wilayah Luhansk.

Sievierodonetsk dan Lysychansk, kota kembar di sisi berlawanan dari Sungai Donets Siversky, mengalami serangan berat dan dikepung di tiga sisi.

Kejatuhan kota tersebut akan memberi Rusia kendali penuh atas Luhansk – tujuan perang utama Moskow.

Zelensky berkata: "Semua kekuatan yang tersisa dari tentara Rusia sekarang terkonsentrasi pada Donbas."

"Penjajah ingin menghancurkan semua yang ada di sana." (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bertemu Perwakilan PBB, Menlu RI Bahas Ukraina Hingga Singgung Mekanisme Multilateralisme

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved