PKB: Jenderal Andika Masuk Radar Maju Pilpres 2024
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut bahwa Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa masuk dalam radar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/250422-Andika-Perkasa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut bahwa Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa masuk dalam radar pihaknya untuk didukung maju di Pilpres 2024.
"(Jenderal Andika Perkasa ada dalam radar PKB) masuk dong," kata Waketum PKB Jazilul Fawaid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022).
Kendati begitu, Gus Jazilul, sapaan karibnya mengatakan bahwa prioritas PKB sekarang masih mendorong Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi calon presiden.
Menurutnya, hal itu bisa menjadi faktor x lantaran PKB sendiri punya modal.
"Mungkin dong kita punya 10 persen suara kok," tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Jazil mengatakan, PKB sendiri ingin membudayakan agar kader partai terlebih dahulu yang diprioritaskan untuk maju bertarung di Pilpres.
Dia mengumpamakan misalnya ada seorang pengusaha ingin maju bertarung di Pilpres tapi tak punya kendaraan partai politik.
"Gini masa iya misalkan orang tidak pernah berpolitik dia jadu pengusaha tiba-tiba nyalon kan nggak fair ini dari dulu jadi pengusaha aja jangan ngurus parpol. PKB ingin membudayakan gitu, maksud saya gitu," tandasnya.
Isu Prabowo-Puan
Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan Bambang Wuryanto bicara soal arah koalisi PDIP untuk Pemilu 2024, terlebih santer isu bahwa PDIP akan berkoalisi dengan Gerindra dan mengusung Puan Maharani sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.
"Kalau penjelasan soal capres dan cawapres itu kita pas tunggu ibu (Megawati Soekarnoputri) di DPP itu," kata Bambang Pacul, sapaan karibnya, kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).
Namun, dia berjanji pada pekan depan hal tersebut akan segera dijawab.
"Tapi minggu depan aku jawab. Sebagai ketua pemenangan pemilu setelah dapat izin ibu. Saya diskusi dulu," tambahnya.
Ketua Komisi III DPR RI itu kembali menegaskan sampai saat ini dirinya belum mengetahui kans koalisi PDIP.
"Ya kita enggak tahu, tapi minggu depan aku jawab," tandasnya.
Sebelumnya, Pengamat Politik dari Indonesia Public Institute (IPI) menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mendukung pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2024 yang memiliki komitmen melanjutkan sejumlah program pembangunan di pemerintahannya.
Pertimbangan itu, kata dia, akan dilakukan presiden sebagai upaya agar tidak ada pekerjaan di eranya yang mangkrak alias tidak selesai.
"Saya duga Pak Jokowi akan berfikir ke sana, agar presiden dan wakil presiden mendatang dapat melanjutkan program pembangunan yang sudah berjalan," kata Karyono kepada wartawan, Minggu (15/5/2022).
"Nah tentunya, Pak Jokowi berharap agar tidak terjadi seperti pemerintahan sebelumnya, di mana banyak proyek pembangunan yang mangkrak dan itu tentu akan menjadi pertimbangan pak Jokowi," imbuhnya.
Saat disinggung soal nama Prabowo Subianto - Puan Maharani sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden, Karyono menilai paling rasional dengan keinginan Jokowi.
Karyono berpandangan bahwa kedua nama tersebut merupakan pilihan paling ideal bagi Presiden, ketimbang pasangan lainnya nanti.
"Kalau dari aspek itu, saya optimis figur Prabowo-Puan dapat dipercaya pak Jokowi untuk melanjutkan program pembangunan strategis yang sudah dicanangkan dan dijalankan oleh Presiden Jokowi," ujarnya.
"Kalau dilihat dari aspek itu, dua figur ini lebih bisa dipercaya ketimbang calon lainnya," lanjutnya.
Pakar Komunikasi Nilai Puan Maharani Lebih Tepat
Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai merupakan sosok paling tepat untuk melanjutkan dan menuntaskan program kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu disampaikan Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (22/5/2022).
Menurut dia, kepemimpinan mendatang harus memiliki komitmen untuk dapat melanjutkan dan menuntaskan program-program kerja dari Pemerintahan Jokowi.
Di antaranya, penyelesaian pembangunan Ibukota Baru, pembangunan infrastruktur jalan Tol, bendungan, bandara.
Dirinya meyakini, sejumlah program pembangunan yang dilakukan tersebut akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi bangsa kedepannya.
"Apakah Puan Maharani bisa melanjutkan itu? bisa. Hanya Puan yang bisa meneruskan cita-cita dan merawat program pembangunan yang sudah dilakukan Pak Jokowi," katanya.
Emrus beralasan, kedua tokoh (Jokowi-Puan,red) tersebut berasal dari partai politik yang sama yakni PDI Perjuangan. Sehingga, sambung dia, sebagai kader partai sudah tentu memiliki keyakinan ideologi yang sama.
"Kalau dari satu rumah bukankah lebih homogen, dibandingkan berasal dari beda rumah," ucapnya.
Oleh karena itu, Emrus berpendapat bahwa dari nama nama bakal calon presiden yang muncul di ruang publik hari ini, sosok Puan Maharani lah yang dinilai mampu berkomitmen melanjutkan program pembangunan di era pemerintahan Jokowi.
"Saya berpendapat satu-satunya yang bisa melanjutkan pembangunan dan merawat pembangunan yang dilakukan Pak Jokowi, satu-satunya hanya Puan Maharani, dibandingkan dengan calon-calon lainnya yang tidak memilki Homogenitas," tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PKB Sebut Jenderal Andika Masuk Radar untuk Didukung Maju Pilpres 2024