Satu Dolar AS Rp 14.668, Ini Analisis Pengamat Finansial
Mata uang garuda terpukul. Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah yang terjadi hari ini Senin (23/5/2022).
Editor:
Lodie Tombeg
Lalu, kondisi fiskal yang kuat dan prudent, dimana defisit fiskal dijaga untuk turun dan pada 2023 kembali ke level normal yakni 3 persen terhadap GDP, menjadi pertimbangan besar rating agency S&P yang belum lama ini upgrade outlook rating Indonesia menjadi stable dari sebelumnya negatif.
"Mempertimbangkan faktor fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, serta potensi kenaikan suku bunga acuan BI untuk meredam pelemahan rupiah dan mendorong stabilitas inflasi, maka nilai tukar rupiah diperkirakan cenderung akan stabil sesuai dengan fundamentalnya," tutur Josua. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rupiah Jeblok, Pengamat Bilang Karena Pasar Mereaksi Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230522-rupiah-dolar.jpg)