Boalemo Ganti Bupati

Helmi Rasid: Terima Kasih Pak Anas Jusuf, Selamat Datang Hendriawan

Menurut Helmi, Anas layak mendapatkan ucapan terima kasih dari rakyat Boalemo, meski ia hanya menjabat beberapa bulan saja sebagai bupati.

TribunGorontalo.com
Helmi Rasid, mantan juru bicara Bupati Boalemo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Masa kepemimpinan Anas Jusuf sebagai Bupati Boalemo secara resmi berakhir setelah Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer melantik Penjabat Bupati Boalemo Hedriawan.

“Terimakasih Pak Anas Jusuf, Selamat Bertugas Pak Hendriwan di Kabupaten Boalemo,” ungkap Helmi Rasid, mantan juru bicara Bupati Boalemo

Menurut Helmi, Anas layak mendapatkan ucapan terima kasih dari rakyat Boalemo, meski ia hanya menjabat beberapa bulan saja sebagai bupati.

Anas kata dia banyak berbuat untuk Boalemo dan tidak sedikit yang berhasil. Misal Anas mampu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Boalemo.

Juga mampu menata kembali birokrasi Pemda Boalemo. “Tentunya, semua dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat Bupati Boalemo perlu diapresiasi. Tak salah, jika masyarakat Kabupaten Boalemo mengungkapkan terimakasih kepada Anas Jusuf, yang telah memimpin Boalemo dalam kurun waktu lima tahun,” tegas Helmi. 

Terlepas dari pro dan kontra atas kepemimpinan Anas Jusuf, selama memimpin Boalemo ia juga mampu menghadapi karakteristik masyarakat. Tangan dinginnya mampu melakukan gebrakan yang luar biasa. 

“Semoga hal demikian pun bisa dilakukan Penjabat Bupati Boalemo Dr. Hendriawan. Apalagi kehadiran Dr. Hendriawan sebagai Penjabat Bupati Boalemo, menuai protes dari sebagian masyarakat Boalemo,” tukas Helmi. 

Sebetulnya, Hendriawan tidak masuk dalam tiga sosok yang sebelumnya diusulkan Rusli Habibie untuk menjadi penjabat Bupati Boalemo. Karena itu, sebagian masyarakat Boalemo kecewa terhadap pemerintah pusat.

“Dengan begitu, Dr. Hendriawan, perlu bekerja keras untuk mengambil hati masyarakat Boalemo. Dan meyakinkan masyarakat, bahwa dirinya semata-mata bekerja demi kemakmuran Boalemo,” harap pria yang juga sekretaris Asosiasi media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan Penjabat Bupati Boalemo, agar stabilitas keamanan daerah tetap terjaga. Di antaranya, perlu dilakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di Kabupaten Boalemo. 

Sangat perlu juga membuka ruang dialog terbuka dengan organisasi intra dan ekstra kampus, serta organisasi Kemasyarakatan, bagian dari awal menjalin hubungan silaturahmi agar terbangun hubungan kekeluargaan.

“Sebab, komunikasi dan keterbukaan merupakan salah satu cara untuk meredam masyarakat yang pro dan kontra atas kehadiran Penjabat Bupati Boalemo yang dipilih Pemerintah Pusat di luar 3 nama yang diusulkan Pemerintah Provinsi Gorontalo,” kata Helmi.

Jika komunikasi ini tidak segera dibangun, khawatirnya Penjabat Bupati Boalemo akan disibukan dengan menghadapi "gelombang" protes dari masyarakat, yang menyebabkan program pemerintahan tidak berjalan normal.

“Hari perdana masuk kerja, diharapkan Penjabat Bupati Boalemo bisa betah dan bertahan menghadapi tipikal dan karakter masyarakat Boalemo,” tutup Helmi.

Anas Jusuf sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati. Ia berpasangan dengan Darwis Moridu sejak Mei 2017.

Namun, setelah Darwis diberhentikan oleh Mendagri pada 19 Oktober 2021, Anas Jusuf yang kemudian akan menjadi Bupati Boalemo definitif ke-4. 

Ia dilantik pada 30 Desember 2021 oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

Hingga Pemilu 2024 nanti, kepemimpinan tertinggi di Boalemo akan diemban oleh Penjabat Bupati Hendriawan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved