Gorontalo Hadapi PMK

Penyakit Ternak Mewabah Jelang Idul Adha, Kades Tinelo-Gorontalo Minta Pemerintah Responsif

Kata dia, lebaran Idul Adha tentu menjadi momentum yang sangat baik bagi semua orang untuk beramal, dalam hal ini berkurban, akan tetapi perlu mewaspa

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/M Husnul Jawahir Puhi
Sapi di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Melys Ali, Kepala Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo minta dinas terkait responsif terhadap wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terutama sapi.

Hal itu meski, sejauh ini penyakit yang disebabkan oleh Aphthovirus dari famili Picornaviridae itu belum terdeteksi di Gorontalo, namun tentu tidak ada yang bisa menjamin untuk tidak akan pernah masuk ke Gorontalo. 

Apalagi kata dia, ini momen jelang Lebaran Idul Adha 1443 H. 

Kata dia, lebaran Idul Adha tentu menjadi momentum yang sangat baik bagi semua orang untuk beramal, dalam hal ini berkurban, akan tetapi perlu mewaspadai penyebaran penyakit PMK tersebut. 

Kata Melys, sapi yang berada di Gorontalo tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat setempat akan tetapi ada pula yang di ekspor ke daerah lainnya, sehingganya untuk mencegah penularan penyakit ini dari satu sapi ke sapi lainnya perlu adanya pengecekan secara berkala untuk hewan ternak. 

"Pengecekan hewan oleh peternak harus terus dilakukan, dengan melibatkan dinas terkait. Takutnya ada sapi-sapi dari Gorontalo yang akan di kirim ke luar daerah juga ternyata sudah ada yang tertular penyakit tersebut," tuturnya. 

Peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk menghindari dan mencegah penularan penyakit ini ke sapi-sapi yang diternak. 

Dirinya berharap peternak bahkan pengekspor sapi yang berada di Desa Tinelo khususnya agar sering melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan ternaknya, termasuk pemberian pakannya. 

Walaupun beberapa kasus PMK sudah terjadi di beberapa daerah, namun sejauh ini setiap 20 hari sebelum lebaran kurban dilaksanakan, Pemerintah Desa serta Kecamatan bersama Dinas terkait terus melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang akan disembelih nantinya. 

Pemeriksaan Hewan Ternak sejauh ini terus dilakukan sebelum beredarnya wabah PMK,  metode yang digunakan berupa mendatangi langsung lokasi ternak sapi  yang notabene nya sebagai persiapan Idul Adha.

Termasuk pemerintah setempat melakukan inventarisir untuk sapi yang akan menjadi kurban di Idul Adha nantinya dengan mendatangkan Dokter hewan dan unsur terkait. 

Di Desa Tinelo yang masih aktif peternakan sapinya itu tinggal 2-3 orang saja, dan sejauh ini pakan dan kesehatan sapi di desa ini terjaga dengan baik namun dengan begitu setiap peternak pun sering menginginkan adanya pengecekan kesehatan melalui pemerintah terkait jelang lebaran. 

Begitupun sebelum memasuki lebaran, pemerintah Desa terus melakukan pengecekan di tiap-tiap masjid untuk meng inventarisir dari mana saja sapi-sapi yang akan disembelih  serta memberikan instruksi bahwa bagi hewan sembelih di harapkan yang telah selesai diverifikasi atau diperiksa oleh Keswan. 

"Kita harus menjaga kesehatan dan keselamatan antar sesama, walaupun sapi yang akan disembelih berasal dari peternakan sapi warga saya menyarankan agar dapat masuk pada pemeriksaan sapi nantinya " tuturnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved