Gorontalo Hadapi PMK

Curhat Peternak Sapi Gorontalo Soal Karantina

Menurut Abdul, pemberlakukan karantina 14 hari itu terlalu lama. Selain biaya pemeliharaan membengkak, juga tentu akan terjadi pengurangan pasokan sap

TribunGOrontalo.com/AgungPanto
Potret peternak sapi di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Aturan karantina 14 hari untuk pengiriman sapi ke luar daerah, membikin peternak menjerit. Sebab, kebijakan karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) itu menyebabkan biaya pemeliharaan melonjak tinggi. .

Salah satunya Abdul Aziz salah satu peternak yang berada di Kelurahan Biyonga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Ia secara tegas mengaku rugi oleh kebijakan karantina 14 hari yang dilaksanakan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo tersebut.

Menurut Abdul, pemberlakukan karantina 14 hari itu terlalu lama. Selain biaya pemeliharaan membengkak, juga tentu akan terjadi pengurangan pasokan sapi yang akan dikirim.

“Kalau terlalu lama untuk karantina dampaknya sapi akan mengalami penurunan ukuran dan biaya pemeliharan yang makin tinggi, serta jumlah pasokan sapi yang dikirim akibatnya dikurangi,” kata Abdul, Kamis (19/5/2022).

Apalagi kata dia, dana yang digunakan adalah dana keuntungan yang biasanya didapat dalam seminggu penjualan sapi.

“Kami yang biasa dalam seminggu dapat menjual sapi, sekarang harus menunggu dua minggu dulu baru bisa mendapatkan keuntungan,” ungkap pedagang sapi.

Abdul pun berharap aturan tersebut disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. “Jangan seperti antraks kemarin, dan misalnya kalau untuk wilayah yang sudah terkena cukup wilayah tersebut yang diperketat untuk lalu lintas ternak,” tutup Abdul yang memasok sapi ke wilayah Kalimantan.

Sebelumnya diketahui, penyakit mulut dan kuku  (PMK) atau dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) mewabah di Indonesia. Terkait hal itu, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo akan memperketat pengiriman hewan ternak sapi ke luar daerah.

Pengetatan itu kata Muhammad Sahrir, Kepala Balai Karantina Kelas II Gorontalo dilakukan dengan karantina minimal 14 hari. 

“Saat ini sesuai instruksi untuk seluruh Balai Karantina di Indonesia melakukan karantina 14 hari untuk ternak yang akan dikirim,” ungkap Sahrir kepada TribunGorontalo.com, Rabu (18/5/2022). (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved