Proyek Kalimadu Disebut Berkontribusi pada Peningkatan Suhu di Kota Gorontalo
Bukan tanpa alasan, Rahman menyebut hal itu lantaran proyek bernilai sekitar Rp 5 miliar tersebut mengorbankan begitu banyak pohon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kawasan-Kalimadu-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Rahman Dako, seorang aktivis lingkungan di Gorontalo menyebut, proyek Pusat Kuliner di kawasan Jalan Kalimantan-Madura (Kalimadu) berkontribusi pada peningkatan suhu di Kota Gorontalo.
Bukan tanpa alasan, Rahman menyebut hal itu lantaran proyek bernilai sekitar Rp 5 miliar tersebut mengorbankan begitu banyak pohon.
Kendati, menurut tim peneliti dari Institute for Atmospheric and Climate Science, ETH Zurich, pohon di perkotaan dapat menurunkan suhu permukaan tanah hingga 12 derajat Celcius.
"Hanya karena pemenuhan infrastruktur, pemerintah harus menebang pepohonan. Nah hal ini fatal sebenarnya, apalagi pembangunan jalan dan drainase, (justru) menguntungkan kontraktor saja," tegas Rahman kepada TribunGorontalo.com, Selasa (17/5/2022).
Mengutip Phys, kota biasanya lebih panas daripada daerah sekitarnya karena hamparan aspal dan semen yang lebih banyak yang menyerap panas. Menghadirkan ruang hijau di kota dapat membantu mengurangi suhu udara yang tinggi selama bulan-bulan yang lebih panas.
Tetapi, Pemerintah Kota Gorontalo, justru terus-terusan melakukan penebangan pohon demi pembangunan. Makanya, tidak keliru jika menyebut peningkatan suhu panas di Kota Gorontalo penyebabnya adalah pembangunan yang tidak ramah iklim seperti Kalimadu.
Pemerintah awalnya menurut Rahman, akan membuat ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Kalimadu. Namun, kenyataanya hanya taman yang didominasi beton.
"Dulu di situ (lokasi proyek Kalimadu) banyak pepohonan. Tapi ditebang dan dibangun taman Kalimadu yang menggunakan beton, cuma jadi bangku-bangku, dan tiang love jadi bisa dibilang tidak konsisten, padahal itu menggunakan uang pinjaman PEN," tegasnya.
Mengutip data yang dipublikasi dalam weatherspark.com, di Gorontalo musim panas biasanya pendek dan panas; musim dingin biasanya pendek, hangat, dan hujan; dan umumnya menyengat dan mendung sepanjang tahun.
Sepanjang tahun 2022 ini, suhu biasanya bervariasi dari 23°C hingga 33°C dan jarang di bawah 21°C atau di atas 34°C. Bulan terpanas dalam setahun di Gorontalo adalah April, dengan rata-rata suhu terendah 32°C.
"Saya sebagai masyarakat yang tinggal di Gorontalo merasakan dari tahun ke tahun suhunya mengalami kenaikan secara signifikan, kadang kala meningkat,” ungkap Rahman dako.
Melihat data tersebut, Rahman heran ketika pemerintah justru belum menganggap serius keberadaan pohon. Harusnya menurut dia, pepohonan yang sudah ada tidak ditebang namun lebih ditambah sehingga perwujudan RTH tercapai.
“Kota Gorontalo terlalu mengikuti trend daerah lain seperti halnya Surabaya, pembangunan yang menyediakan kursi-kursi dan lainnya, di daerah lain tempat duduk dijadikan sebagai instrumen penambah dekorasi namun tidak menebang pohonnya, kalau di Gorontalo berbeda pepohonan ditebang hanya untuk pengadaan kursi di jalanan,” cibir pria bergelar master geografi dari Universitas Hawaii, Amerika Serikat tersebut.
Padahal menurutnya, Gorontalo dan daerah lainnya jelas berbeda dari segi perlakuannya, serta pemahaman masyarakatnya.
"Jangan hanya studi banding yang pura-pura, dan hanya melihat youtube kemudian ingin menerapkannya di Gorontalo, harus ada perencanaan yang jelas" tegas Rahman. (*)