Selasa, 10 Maret 2026

Pilpres 2024

Pilpres 2024 Bakal Diikuti Tiga Paslon, Ini Analisa Politikus PKB

Pemilihan Presiden 2024 bakal diikuti tiga pasangan calon. Pertemuan tiga ketua umum (ketum) partai politik (parpol).

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Pilpres 2024 Bakal Diikuti Tiga Paslon, Ini Analisa Politikus PKB
Dok MPR
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Pemilihan Presiden 2024 bakal diikuti tiga pasangan calon. Pertemuan tiga ketua umum (ketum) partai politik (parpol) yakni Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa memberikan sinyal kuat akan terjalinnya koalisi.

Menyikapi pertemuan itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Jazilul Fawaid (Gus Jazil) menyambut positif pertemuan tersebut.

"Tentu kami mengapresiasi pertemuan tiga partai. Ini bagian dari mencari alternatif-alternatif untuk masyarakat.

Dan kami berharap di Pilpres 2024, jangan dua pasangan, minimal tiga pasangan. Dengan adanya pertemuan ini, saya melihat di Pemilu 2024 akan ada tiga pasang calon," kata Gus Jazil, dalam keterangannya, seperti dikutip Minggu (15/5/2022).

Gus Jazil mengatakan bahwa soal bergabung atau tidak, PKB sangat terbuka untuk berkomunikasi dengan partai manapun.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar juga sudah menjalin komunikasi dengan Airlangga Hartarto dan sejumlah parpol lain.

"Gus Muhaimin sudah berkomunikasi dengan Pak Airlangga dan juga dengan parpol lain, tetapi untuk tiga parpol yang berkumpul kemarin, PKB belum memastikan sikapnya, apakah bareng-bareng atau nanti membangun koalisi yang lain," ucap Wakil Ketua MPR ini.

Gus Jazil berharap parpol-parpol bisa segera menentukan calon presidennya sehingga masyarakat bisa bisa leluasa memberikan penilaian terhadap capres dan cawapres yang akan diusung.

"Jadi tidak mendadak-mendadak. PKB sendiri sudah jelas mengusung Gus Muhaimin sebagai capres 2024," ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan UU Pemilu, parpol memiliki kedaulatan untuk menentukan sikapnya. Namun yang jelas, capres dan cawapres diusung parpol atau gabungan parpol.

"Jadi kuncinya ada di partai. Ini kan pertemuan tiga parpol kemarin hasilnya belum jelas. Bagi PKB dua saja. Agendanya apa? Figurnya siapa yang diusung," ujarnya.

Kata Politisi Golkar soal Anggapan Terlalu Dini Koalisi PAN, Golkar dan PPP

Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepakat berkoalisi untuk Pemilu 2024.

Mereka menyebutnya dengan nama Koalisi Indonesia Bersatu.
Namun, pembentukan koalisi tersebut dinilai terlalu dini lantara gelaran pilpres masih setahun lebih.

Menanggapi hal itu, pengamat politik sekaligus Politisi senior Partai Golkar Rizal Mallarangeng menilai, hal ini justru langkah awal yang bagus dan patut dicontoh partai lainnya.

Sebab menurutnya, semangat ketiga parpol itu dinilai perlu agar dapat mengerucutkan pilihan kandidat calon presiden dan calon wakil presiden.

"Memang membangun kesamaan pandangan itu patutnya jangan buru-buru. Pendaftaran peserta pemilu secara partai kan sudah mulai berjalan walaupun secara formal tahun depan, tapi kan kurang lebih setahun menyiapkan termasuk kandidat capres cawapres yang kira-kira satu tahun tiga bulan lagi, saya rasa proses itu butuh pematangan,"

"Nah karena itu langkah awal yang dilakukan Golkar, PAN, dan PPP bagus sebagai contoh bagi teman-teman yang lain, untuk mulai mengerucutkan pilihan-pilihan yang ada," kata Rizal dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOneNews, Minggu (14/5/2022).

Lanjut dikatakan Rizal, tidak menutup kemungkinan partai lain masih bisa turut masuk dalam koalisi ini.
"Ini kan baru pembukaan bukan penutupan dan ini kondisi terbuka, kalau ada partai lain yang tertarik, ini kan kemungkinan bergabung amat sangat besar dan bagus,"

"Anggaplah gerakan tanpa bola, belum ditendang ke gawang, jadi masih cari posisi," lanjutnya.

Sebut Ingin Akhiri Polarisasi dan Pembelahan

Diwartakan Tribunnews.com, koalisi ini terbentuk saat digelarnya pertemuan antara Ketua Umum (Ketum) ketiga partai tersebut di Rumah Heritage Jakarta pada Kamis (12/5/2022) kemarin.

Yakni Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Koalisi ini akan segera merumuskan bentuk kerja sama secara detail dalam waktu dekat.
Selain itu, terbentuknya koalisi ini juga disebut untuk melanjutkan program-program strategis Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyebut koalisi tiga partai politik ini dalam rangka untuk mengakhiri politik identitas dan mengakibatkan polarisasi masyarakat seperti yang terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019.

“Tiga partai yang berkumpul sepakat bahwa dalam Pemilu 2024 nanti kita tidak boleh terjebak pada hal yang sama,” ujarnya Jumat (13/5/2022).

Ace juga menginginkan agar Pemilu 2024 menjadi ajang pembuktian siapa yang terbaik dalam kontestasi lima tahunan ini.

“Kami ingin pemilu menjadi ajang kontestasi ide, gagasan, track record, dan prestasi. Kesempatan untuk saling membuktikan diri mana yang terbaik di antara para peserta kontestasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ace menegaskan, Koalisi Indonesia Bersatu menyatakan kompetisi hanya terjadi saat Pemilu 2024 saja sehingga setelah itu masing-masing tokoh bersatu untuk membangun bangsa.

“Karena kita butuh bersatu agar bisa sama-sama membangun Indonesia,” tuturnya.
(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PKB Prediksi Pilpres 2024 Diikuti Tiga Paslon Usai Golkar, PAN dan PPP Bentuk Koalisi

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved