Hendra Yassin Beber Tiga Syarat Jadi Calon Kepala Daerah di Gorontalo
Banyak wacana maupun isu terkait partai-partai yang akan berkoalisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gorontalo tahun 2024 nanti
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hendra-Yassin-Dosen-dan-Pengamat-Politik-IAIN-Sultan-Amai-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Banyak wacana maupun isu terkait partai-partai yang akan berkoalisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gorontalo tahun 2024 nanti.
Namun hal tersebut tidak lepas dari beberapa syarat yang harus dilaksanakan oleh pihak partai dalam pencalonan kepala daerah.
Seperti halnya dikatakan oleh Hendra Yasin, dalam diskusi tentang isu ataupun wacana terkait partai koalisi di Facebook Live Report Tribun Gorontalo.
"Ada tiga syarat untuk menjadi calon kepala daerah di Gorontalo, yakni nilai elektabilitas tinggi, isi tas, dan memiliki dukungan partai politik," ungkap Hendra salah seorang Dosen dan Pengamat Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Maksud dari nilai elektabilitas tersebut, sebagai tingkat ketertarikan masyarakat umum terhadap figur, partai, ataupun lembaga politik.
Selain itu, isi Tas yang dimaksud oleh Hendra adalah kekuatan finansial yang banyak dalam membiayai operasional politik.
"Jadi isi tas ini lebih tepatnya mengacu ke finansial pencalon untuk kesiapannya maju di pilkada," lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Manager Riset Poltracking Indonesia tersebut.
Ia menambahkan, bahwa Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diwacanakan akan berkoalisi pada Pilgub nanti.
Mengingat Nelson Pomalingo mendukung Hendra Hemeto untuk maju pada Pilkada Kabupaten Gorontalo 2024.
Akan tetapi hal itu memungkinkan koalisi pada pencalonan Gubernur, dalam hal ini Golkar punya nama-nama potensial yang akan maju pada Pilgub 2024.
"Pilkada itu cair, bisa berbuah, tergantung waktu dan kondisi, serta faktor pendukung lainnya," tegasnya. (*)