Sabtu, 7 Maret 2026

Mahasiswa Demonstrasi di Desa Lito-Gorontalo, Nyaris Chaos dengan Polisi

Dalam orasinya, koordinator aksi, Aripin Hamu mengatakan, terlalu banyak masalah yang terjadi, sehingga masyarakat yang jadi

Tayang:
zoom-inlihat foto Mahasiswa Demonstrasi di Desa Lito-Gorontalo, Nyaris Chaos dengan Polisi
TribunGorontalo.com/Istimewa
Aliansi Gerakan Mahasiswa Masyarakat Pemuda Peduli Rakyat (GEMMPPUR) menggelar aksi damai di Lingkungan Desa Lito. (11/05/2022) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta –  Kelompok Pemuda  Mahasiswa dan Masyarakat yang mengatasnamakan aliansi Gerakan Mahasiswa Masyarakat Pemuda Peduli Rakyat (GEMMPPUR) menggelar aksi damai di Desa Lito, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo. (11/05/2022)

Dalam orasinya, koordinator aksi, Aripin Hamu mengatakan, terlalu banyak masalah yang terjadi, sehingga masyarakat yang jadi tumbal atas tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

"Hari ini kami datang untuk menyuarakan aspirasi rakyat yang hingga hari ini belum terealisasikan. Sebab, banyak masalah yang harus segera ditangani demi kesejahteraan masyarakat" kata Aripin Hamu (11/05/2022).

Senada dengan Aripin, Wakil Koordinator Lapangan, Rahmin Kadir juga menyatakan kehadiran mereka, untuk mengembalikan hak-hak rakyat yang telah dirampas oleh oknum pemerintah.

"Hari ini kami meminta agar hak-hak rakyat yang telah dirampas dikembalikan kepada rakyat dan jangan sampai masalah yang sama akan terulang kembali," Jelas Rahmin Kadir dari atasMobil Komando (11/05/2022)

Sementara itu, Ais Nurdin dalam aksi itu menyampaikan, hal yang harus dioptimalkan di desa Lito ialah pengoptimalan kinerja aparatur desa, dan memperjelas masalah yang belum mampu diselesaikan di pemerintahan sebelumnya. 

"Kinerja aparatur desa harus dioptimalkan dan sesegera mungkin menyelesaikan kasus-kasus yang belum selesai hingga saat ini." (11/05/2022)

Awalnya massa aksi sempat  memanas dan chaos antara aparat kepolisian dan pendemo, sebab Kepala Desa Lito tidak mau menerima masa aksi.

Namun, mampu diselesaikan lewat negosiasi sehingga kepala desa langsung menerima masa aksi. Serta menerima semua tuntutan dan menandatangani Pakta Integritas yang massa aksi ajukan. 

Adapun isu tuntutannya sebagai berikut ; 

1.Memperbaiki tata kelola Administrasi desa.

2. Reshuffle atau pembaharuan Kelompok Tani agar bantuan tepat sasaran. 

3. Mengoptimalkan Koperasi Desa

4. Hilangkan sifat membeda-bedakan semua masyarakat yang ada di Desa Lito.

5. Inventarisir dan memperjelas kembali Bantuan di bidang pertanian dan kelautan

6. Inventarisir kembali semua Aset desa

7. Mengoptimalkan Pendayagunaan aparatur desa agar mempermudah pembangunan desa. 

8. Melakukan rapat tahunan untuk melaksanakan Laporan tahunan desa ke masyarakat. 

9. Perbaikan dan evaluasi kembali Bantuan yang tidak tepat sasaran

10. Laksanakan penggalian gagasan di dusun untuk menampung aspirasi masyarakat. 

11. Salah pemukulan dan pengambilan hak Rakyat terkait masalh bantuan sapi

12. Memperjelas anggaran PJU yang belum beroperasi hingga saat ini. 

13. Menyelesaikan dan memperjelas pembangunan septic tank raksasa.

14. Menginventarisir kembali bantuan Viber ke masyarakat di transmigrasi

15. Memperjelas Roling jabatan di Kantor Desa Lito

16. Memperjelas Pembangunan Pemeliharaan Air Bersih

17.Memperjelas dan menyelesaikan masalah BUMDES yang sudah mati suri 

18. Memperjelas Pembangunan Proyek  Penimbunan Abrasi Pantai Di Dusun Lipa Timur

19.Memperjelas Masalah Anggaran Wisata Literasi di Bukit Nawacita  Transmigrasi

20. Memperjelas dan mempercepat Reorganisasi TPK Desa Lito yang sudah lewat masa jabatan

21. Memperjelas Imam Jamaah di Transmigrasi

Adapun masalah di Pakta Integritas masih ada 11 poin yang belum diselesaikan.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved